HEGEMONI YAHUDI

Cina dan Yahudi adalah sampel yang tepat untuk masuk pada kategori pernyataan berikut ini: Jika suatu bangsa memiliki sistem bisnis yang kuat, maka walaupun tidak memiliki komoditas sendiri mereka bisa mengolah komoditas bangsa lain demi menghasilkan keuntungan. Bahkan, keuntungan yang mereka dapat jauh lebih besar dibanding bangsa yang memiliki komoditas itu sendiri.

Harus diakui, saat ini, di antara bangsa-bangsa di dunia, Cina dan Yahudi terlihat memiliki kekuatan bisnis yang lebih unggul dan bernilai lebih. Semua orang sudah mengetahui bagaimana kehebatan bisnis orang-orang Cina di setiap negara yang mereka tempati. Mereka selalu bisa beradaptasi untuk menjalankan bisnisnya. Seringkali bisnis yang mereka jalankan lebih hebat dibanding bisnis yang dilakukan oleh orang-orang asli atau pribumi.

Nah, begitu juga dengan Yahudi. Penulis buku ini, Anton A. Ramdan, mengatakan bahwa bangsa Yahudi memiliki hegemoni yang lebih kuat lagi ketimbang Cina, bahkan bisa dibilang merajai bisnis seluruh dunia. Apalagi pasca Perang Dunia II, sepak terjang para pebisnis Yahudi terlihat semakin menjadi-jadi. Perusahaan demi perusahaan mereka bangun hingga akhirnya menjadi kerajaan bisnis yang luas hingga ke setiap negara di dunia. Berbagai bidang bisnis pun mereka kuasai, dari bisnis retail, barang tambang, industri, perbankan, hingga teknologi mutakhir.

Di setiap bidang bisnis, selalu pebisnis Yahudi yang berjaya. Dan tidak hanya lahan bisnis, para pebisnis Yahudi juga mengendalikan berbagai institusi pendukung bisnis, seperti IMF dan World Bank. Lebih nekat lagi, mereka pun berani mempengaruhi institusi politik apa pun taruhannya, asalkan bisa mendukung kemajuan bisnis mereka. Contohnya Amerika Serikat. Melalui negara ini, para pebisnis Yahudi mampu mempengaruhi institusi politik berkelas internasional lainnya, seperti IMF dan World Bank.

Kaum Yahudi dapat melakukan itu semua karena mereka memiliki satu sistem bisnis dan ikatan kebangsaan yang lebih kuat dari bangsa mana pun. Mereka memiliki suatu sistem bisnis buatan mereka sendiri yang kemudian mereka sebarkan ke seluruh negara di dunia, dengan harapan bangsa-bangsa lain tunduk di bawah sistem tersebut.

Secara nalar, jika bangsa Yahudi merupakan pembuat sistem bisnis yang kini berlaku di seluruh dunia, maka pastinya merekalah yang paling jago menjalankan sistem ini. Contohnya sistem perbankan dengan riba (bunga?). Sistem riba merupakan sistem bisnis terkuat yang dimiliki oleh tangan-tangan bisnis bangsa Yahudi. Sistem itu diperkuat dengan adanya ikatan kuat di antara mereka, yang tidak lain adalah ikatan berdasarkan ras atau etnis yang terjalin sejak dahulu kala ketika pertama kali peradaban mereka terbentuk.

Ketika Muhammad diutus oleh Tuhan ke tanah Arab, di sana sudah hidup dan menetap orang-orang Yahudi. Kehidupan bisnis di Madinah dikuasai oleh bangsa Yahudi. Komoditas-komoditas penting mereka kuasai. Mereka juga memberi dana pinjaman dengan riba kepada kabilah-kabilah Arab yang sedang berperang dan tentu juga dengan jaminan. Biasanya, dana tersebut digunakan untuk membiayai semua keperluan peperangan. Hal ini sangat merugikan kabilah-kabilah Arab yang sedang berperang, mereka harus mengembalikan dana yang dipinjamkan oleh kaum Yahudi tersebut. Dengan demikian, tidak heran jika kondisi sosial dan ekonomi bangsa Arab ketika itu sangat memprihatinkan sebagai akibat praktik riba yang dijalankan oleh orang Yahudi. Keadaan ini sangat menguntungkan kaum Yahudi, karena dengannya mereka dapat mengendalikan bisnis dan perpolitikan di Madinah ketika itu.

Nampaknya kedigdayaan Yahudi semakin menjadi-jadi pada abad 19 hingga saat ini. Motivasi mereka tidak saja meraup materi, tetapi juga non-materi. Di satu sisi mereka berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan uang, dan di sisi lain mereka juga berjuang untuk menguatkan fanatisme ras. Kedua motivasi tersebut saling melengkapi dan saling mendukung. Motivasi seperti inilah yang mampu membentuk kekuatan mereka sehingga mereka mampu mendirikan sebuah imperium bisnis di mana-mana.

Kelompok mayoritas dari orang-orang Yahudi yang bermotivasi ganda ini kemudian dikenal dengan nama zionis. Kelompok zionis ini memiliki banyak SDM berkelas internasional. Tidak hanya pebisnis, tetapi juga para politikus, dokter, ekonom, penulis, jurnalis, teknokrat, dan beragam profesi lainnya. Para tokoh berpaham zionisme inilah yang berusaha dengan segala cara untuk menggenggam dunia dan memainkannya sesuka hati mereka.

Etnis Yahudi hidup menyebar di berbagai penjuru dunia. Mereka hidup dan tinggal di berbagai negara di semua benua: Amerika, Eropa, Australia, Afrika, dan Asia. Penyebaran orang-orang Yahudi di berbagai wilayah dunia turut membawa penyebaran bisnis mereka ke berbagai negara yang mereka tempati.

Dengan jaringan bisnis waralaba (franchise) dan Multi Level Marketing (MLM), Yahudi telah melebarkan sayap bisnisnya ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di antara perusahaan-perusahaan milik Yahudi yaitu: General Electric, Carrefour, Nestle, Caltex, Exxon, Coca-Cola Company, dan McDonalds. Tidak lupa pula dengan perusahaan telepon genggam terlaris, Nokia, yang didirikan oleh keturunan yahudi, Fredrik Idestam.

Hampir di semua aspek Yahudi menguasainya. Dalam media massa, Yahudi telah menguasai American Broadcasting Companies (ABC), Columbia Broadcasting System (CBS), National Broadcasting Company (NBC), The New York Times, The Wall Street Journal, dan The Washington Pos. Dunia hiburan nomor satu sejagat bernama Hollywood juga dikuasai oleh mereka. Sebut saja produser dan sutradara film seperti Steven Spielberg, William Selig, Jesse Lasky, Samuel Goldwyn, dan Adolph Zukor. Di dalam bisnis penerbitan, Yahudi juga menunjukkan dominasinya, seperti Random House, Simon&Schuster, dan Time Book, inc. Ketiga penerbit ini mempunyai jaringan yang luas dan kuat. Dengan penguasaan media, Yahudi dapat mengendalikan opini publik di media cetak maupun elektronik.

Penulis buku ini mengingatkan bahwa ada satu hal yang mesti dipahami oleh pembaca bahwa Zionisme mempunyai tim yang ditugaskan untuk melakukan lobi ke lingkaran elite negara. Tim ini bertujuan agar semua rencana bisnis zionis dapat berjalan lancar. Di Amerika Serikat, kaum zionis memiliki tim lobi khusus yang dikenal dengan sebutan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee). AIPAC sangat berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan di kongres Amerika.

Tidak hanya itu mereka juga mengendalikan PBB, IMF, dan World Bank. Mereka memainkan pasar modal dan uang, misalnya, apa yang dilakukan oleh George Soros, seorang Yahudi, dalam meluluhlantahkan perekonomian Asia dengan berspekulasi di pasar mata uang. Anton juga mengingatkan bahwa kaum Yahudi juga menjerat negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Negara-negara ini terus menderita karena terjerat utang yang disodorkan oleh IMF dan World Bank yang dikendalikan zionis tersebut.

Buku ini sangat layak untuk dijadikan referensi mengenai peta jaringan bisnis Yahudi. Misi penulis buku ini barangkali hendak mengajak masyarakat Indonesia untuk bangun dari tidur panjangnya, dan memperlihatkan peristiwa di balik yang terjadi di dunia saat ini, baik secara politik maupun ekonomi, yang tak lain adalah adanya campur tangan Yahudi.***

NALAR BAYANI & NALAR BURHANI

Epistemologi Islam berpusat pula pada manusia, dalam arti manusia sebagai pelaku pencari pengetahuan. Seperti telah disebutkan pada pendahuluan, dalam epistemologi Islam setidaknya ada tiga model yang digunakan, yaitu bayani, irfani dan burhani. Namun dalam pembahasan kali ini saya akan membahas tentang dua model epistimologi yaitu epistimologi Islam Bayani dan Burhani.

 Epistimologi Burhani

Dalam bahasa Arab, al-burhan berarti argument (al-hujjah) yang jelas (al-bayyinah; clear) dan distinc (al-fashl), yang dalam bahasa Inggris adalah demonstration, yang mempunyai akar bahasa Latin: demonstration (berarti member isyarat, sifat, keterangan, dan penjelasan). Dalam perspektif logika (al-manthiq), burhani adalah aktivitas berpikir untuk menetapkan kebenaran suatu premis melalui metode penyimpulan (al-istintaj), dengan menghubungkan premis tersebut dengan premis yang lain yang oleh nalar dibenarkan atau telah terbukti kebenarannya (badlihiyyah). Sedang dalam pengertian umum, burhani adalah aktivitas nalar yang menetapkan kebenaran suatu premis.

Istilah burhani yang mempunyai akar pemikiran dalam filsafat Aristoteles ini, digunakan oleh al-Jabiri sebagai sebutan terhadap sebuah system pengetahuan (nidlam ma’rifi) yang menggunakan metode tersendiri di dalam pemikiran dan memiliki pandangan dunia tertentu, tanpa bersandar kepada otoritas pengetahuan lain.

Jika dibandingkan dengan kedua epistemology yang lain; bayani dan irfani, di mana bayani menjadikan teks (nash), ijma’, dan ijtihad sebagai otoritas dasar dan bertujuan untuk membangun konsepsi tentang alam untuk memperkuat akidah agama, yang dalam hal ini Islam. Sedang irfani menjadikan al-kasyf sebagai satu-satunya jalan di dalam memperoleh pengetahuan dan sekaligus bertujuan mencapai maqam bersatu dengan Tuhan. Maka burhani lebih bersandar pada kekuatan natural manusia berupa indra, pengalaman, dan akal di dalam mencapai pengetahuan.

Burhani, baik sebagai metodologi maupun sebagai pandangan dunia, lahir dalam alam pikiran Yunani, tepatnya dikembangkan oleh Aristoteles yang kemudian terbahas secara sistematis dalam karyanya Organon, meskipun terminology yang digunakan berbeda. Aristoteles menyebutkan dengan metode analitis (tahlili) yakni metode yang menguraikan pengetahuan sampai ditemukan dasar dan asal-usulnya, sedangkan muridnya sekaligus komentator utamanya yang bernama Alexander Aphrodisi memakai istilah logika (manthiq), dan ketika masuk ke dunia Arab Islam berganti nama menjadi burhani.

Karakteristik Epistimologi Burhani

Dalam memandang proses keilmuan, kaum Burhaniyun bertolak dari cara pikir filsafat di mana hakikat sebenarnya adalah universal. Hal ini akan menempatkan ‘makna” dari realitas pada posisi otoritatif, sedangkan “bahasa” yang bersifat partikular hanya sebagai penegasan atau ekspresinya. Hal ini nampak sejalan dengan penjelasan al-Farabi bahwa “makna/’ datang lebih dahulu daripada “kata”, sebab makna datang dari sebuah pengkonsepsian intelektual yang berada dalam tataran pemikiran atau rasio yang diaktualisasikan dalam kata-kata. Al-Farabi memberikan pengandaian bahwa seandainya konsepsi intelektual itu letaknya dalam kata-kata itu sendiri maka yang lahir selanjutnya bukanlah makna-makna dan pemikiran-pemikiran baru tetapi kata-kata yang baru.

Jadi setiap ilmu burhani berpola dari nalar burhani dan nalar burhan bermula dari proses abstraksi yang bersifat akali terhadap realitas sehingga muncul makna, sedang makna sendiri butuh aktualisasi sebagai upaya untuk bisa dipahami dan dimengerti, sehingga di sinilah ditempatkan kata-kata; dengan redaksi lain, kata-kata adalah sebagai alat komunikasi dan sarana berpikir di samping sebagai simbol pernyataan makna.

Premis mayor (al-hadd al-akbar) untuk premis yang pertama dan premis minor (al-hadd al-ashghar) untuk premis yang kedua, yang kedua-duanya saling berhubungan dan darinya ditarik kesimpulan logis.

Mengikuti Aristoteles, Al-Jabiri dalam hal ini menegaskan bahwa setiap yang burhani pasti silogisme, tetapi belum tentu yang silogisme itu burhani. Silogisme yang burhani (silogisme demonstrative atau qiyah burhani) selalu bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, bukan untuk tujuan tertentu seperti yang dilakukan oleh kaum sufistaiyah (sophis). Silogisme (al-qiyas) dapat disebut sebagai burhani, jika memenuhi tiga syarat: pertama, mengetahui sebab yang Secara structural, proses yang dimaksud di atas terdiri dari tiga hal, pertama proses eksperimentasi yakni pengamatan terhadap realitas; kedua proses abstraksi, yakni terjadinya gambaran atas realitas tersebut dalam pikiran; ketiga, ekspresi yaitu mengungkapkan realitas dalam kata-kata.

Berkaitan dengan cara ketiga untuk mendapatkan ilmu burhani di atas, pembahasan tentang silogisme demonstrative atau qiyas burhani menjadi sangat signifikan. Silogisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu sullogismos yang merupakan bentukan dari kata sullegin yang artinya mengumpulkan, yang menunjukkan pada kelompok, penghitungan dan penarikan kesimpulan. Kata tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi qiyas atau tepatnya adalah qiyas jama’i yang karakternya mengumpulkan dua proposisi-proposisi (qadliyah) yang kemudian disebut premis, kemudian dirumuskan hubungan-hubungannya dengan bantuan terminus medius atau term tengah atau menuju kepada sebuah konklusi yang meyakinkan. Metode ini paling popular di kalangan filsuf Peripatetik. Sementara Ibn Rusyd mendefinisikan demonstrasi dengan ketentuan dari satu argument yang konsisten, tidak diragukan lagi kebenarannya yang diperoleh dari premis yang pasti sehingga kesimpulan yang akan diperoleh juga pasti, sementara bentuk dari argument harus diliputi oleh fakta akali. Jadi silogisme demonstratif atau qiyas burhani yang dimaksud adalah silogisme yang premis-premisnya terbentuk dari konsep-konsep yang benar, yang meyakinkan, sesuai dengan realitas (bukan nash) dan diterima oleh akal.

Aplikasi dari bentukan silogisme ini haruslah melewati tiga tahapan yaitu tahap pengertian (ma’qulat), tahap pernyataan (ibarat) dan tahap penalaran (tahlilat).

Tahapan pengertian merupakan proses awal yang letaknya dalam pikiran sehingga di sinilah sebenarnya terjadi pengabstraksian, yaitu merupakan aktivitas berpikir atas realitas hasil pengalaman, pengindraan, dan penalaran untuk mendapatkan suatu gambaran. Sebagaimana Aristoteles, pengertian ini selalu merujuk pada sepuluh kategori yaitu satu substansi (jauhar) yang menopang berdirinya Sembilan aksidensi (‘ard) yang meliputi kuantitas, kualitas, aksi, relasi, tempat, waktu, sikap dan keadaan.

Tahapan pernyataan adalah dalam rangka mengekspresikan pengertian tersebut dalam kalimat yang disebut proposisi (qadliyah). Dalam proposisi ini haruslah memuat unsur subyek (maudlu’) dan predikat (muhmal) serta adanya relasi antara keduanya, yang darinya harus hanya mempunyai satu pengertian dan mengandung kebenaran yaitu adanya kesesuaian dengan realitas dan tiadanya keragu-raguan dan persangkaan.

Untuk mendapatkan satu pengertian dan tiadanya keraguan dan persangkaan, maka pembuatan pernyataan harus mempertimbangan al-alfadz al-khamsah yang ada dalam isagoge Aristoteles atau yang biasa disebut dengan lima konsep universal yang terdiri dari jenis (genus) yakni konsep universal yang mengandung suatu pengertian yang masing-masing sama hakikatnya,nau’ (spises) yaitu konsep universal yang mengandung satu pengertian tetapi masing-masing hakikatnya berbeda, fasl (differentia)yaitu sifat yang membedakan secara mutlak, khas (propirum) atau sifat khusus yang dimiliki oleh suatu benda tetapi hilangnya sifat ini tidak akan menghilangkan eksistensi benda tersebut dan ard (aksidensi) atau sifat khusus yang tidak bisa diterapkan pada semua benda.

Tahapan penalaran; ini dilakukan dengan perangkat silogisme. Sebuah silogisme harus terdiri dari dua proposisi (al-muqaddimatani) yang kemudian disebut premis menjadi alasan dalam penyusunan premis; kedua, adanya hubungan yang logis antara sebab dan kesimpulan; dan ketiga, kesimpulan yang dihasilkan harus bersifat pasti (dlaruriyyah), sehingga tidak ada kesimpulan lain selain itu. Syarat pertama dan kedua adalah yang terkait dengan silogisme (al-qiyas). Sedang syarat ketiga merupakan karakteristik silogisme burhani, di mana kesimpulan (natijah) bersifat pasti, yang tak mungkin menimbulkan kebenaran atau kepastian yang lain. Hal ini dapat terjadi, jika premis-premis tersebut benar dan kebenarannya telah terbukti lebih dulu ketimbang kesimpulannya, tanpa adanya premis penengah (al-hadd al-awsath).

Dalam perspektif tiga teori kebenaran, maka kebenaran yang dihasilkan oleh pola pikir burhani tampak ada kedekatannya dengan teori kebenaran koherensi atau konsistensi. Dalam epistemology burhani dituntut penalaran yang sistematis, logis, saling berhubungan dan konsisten antara premis-premisnya, juga secara benar koheren dengan pengalaman yang ada, begitu pula tesis kebenaran konsistensi atau koherensi. Kebenaran tidak akan terbentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. Dengan perkataan lain bahwa kebenaran ditegakkan atas dasar hubungan antara putusan baru dengan putusan lain yang telah ada dan diakui kebenarannya dan kepastiannya sehingga kebenaran identik dengan konsistensi, kecocokan dan saling berhubungan secara sistematis.

pesantrenbudaya.com/

“KRITIK NALAR ARAB”

EPISTEMOLOGI BAYANI, ‘IRFANI, BURHANI ‘ABID AL-JABIRI
Oleh: Afif Rizqon Haqqi
 A. Pendahuluan

Muhammad Abed al-Jabiri filsuf adalah seorang kritikus asal Maroko Pemikir kontemporer dan profesor filsafat juga pemikiran Islam di Universitas Mohammed V di Rabat. Dia juga seorang ahli dalam bahasa Arab dan sastra Arab. Lahir: 27 Desember 1936, Figuig, Maroko Meninggal: 3 Mei 2010. Karyanya hadir untuk menyerukan “kritik nalar Arab”.

Kajiannya ini merupakan refleksi dari kegelisahan terhadap kegagalan atas kebangkitan Arab Islam, di mana tradisi masih dijadikan “prinsip dasar” untuk berpijak dalam era kontemporer ini. Sehingga, apa yang al-Jabiri lakukan adalah mencoba untuk merekonstruksi pemahaman itu.

Makalah ini akan memberikan penjelasan bagaiaman al-Jabiri membangun pemikirannya, berangkat dari tradisi yang lampau untuk dijadikan pijakan guna membangun pemikiran –kritik nalar- yang baru.

B. Proyek Kebangkitan (Arab) Islam: Kritik Nalar Arab

Keterkaitan antara proyek kritik nalar Arab dan kebangkitan terjadi pada dua tataran.

Pertama, kritik nalar lahir dari refleksi atas kegagalan kebangkitan Islam;

kedua, ia juga sekaligus menjadi upaya awal untuk merealisasikan upaya kebangkitan tersebut.

Artinya, kritik nalar Arab, di satu sisi dilatari oleh keprihatinan atas kegagalan Islam dan di sisi lain terdapat ambisi untuk mewujudkannya.

Al-Jabiri kemudian mencoba merealisasikan itu. Ia mengemukakan bahwa factor utama yang menyebabkan kegagalan Islam adalah karena upaya kebangkitan itu menyimpang dari mekanisme kebangkitan yang semestinya. Al-Jabiri berkeyakinan bahwa mekanisme kebangkitan diawali dengan seruan berpegang kepada tradisi atau tepatnya kembali kepada “prinsip-prinsip dasar”. Tetapi ini bukan dalam pengertian menjadikan “prinsip dasar” dari masa lalu sebagai landasan kebangkitan yang dihadirkan sebagaimana adanya, tetapi sebagai dasar melakukan kritik terhadap masa kini dan terhadap masa lampau yang lebih dekat, kemudian melopat ke masa lampau. Prinsip-prinsip dasar dari masa lalu yang jauh itu kemudian ditafsirkan dalam bentuk yang sesuai dengan nilai-nilai baru. Proyeksi ini meniscayakan penggunaan tradisi (prinsip-prinsip dasar) sebagai sandaran untuk melakukan kritik dan melampauinya, bukan sebagai sebuah tradisi yang beku dan statis.

Dengan demikian, proyek kritik nalar Arab Islam adalah sebuah upaya untuk merekonstruksi tradisi (prinsip-prinsip dasar) dengan melakukan pembacaan dan pensikapan dengan melakukan penulisan ulang terhadap sejarah untuk membatasi kekuatan dan otoritasnya serta memulihkan historisitas dan relatifitasnya dengan merekonstruksi sturktur dan jalinan unsur-unsurnya. Di samping itu, dengan melakukan kritik tersebut, al-Jabiri hendak menempatkan tradisi dalam konteks historisnya dengan segala keterbatasan dan relatifitasnya. Dari sana, memungkinkan menemukan aspek-aspek tradisi yang memiliki dinamisme dan progresifitas yang layak dijadikan landasan untuk membangun masa depan.

Dari sinilah al-Jabiri mengenalkan rekonstruksi pemikirannya terhadap tradisi dengan proses pembentukan nalar Arab, sehingga sampai kepada kajian terhadap proses trilogy formasi epistemologi bayani, ‘irfani, dan burhani.

C. Epistemologi Bayani, ‘Irfani, Burhani dan Relevansinya bagi Ilmu-ilmu Keagamaan

1. Epistemologi Bayani

Menurut al-Jabiri bayani adalah metode pemikiran khas Arab yang menekankan otoritas teks Arab (nass), secara langsung ataupun tidak langsung, dan dijustifikasi oleh akal kebahasaan yang digali lewat inferensi (istidlal). Secara langsung artinya memahami teks sebagai pengetahuan dan mengaplikasikannya langsung tanpa perlu pemikiran. Secara tidak langsung berarti memahami teks sebagai pengetahuan yang mentah, sehingga memerlukan tafsir dan penalaran lebih mendalam. Meski demikian, hal ini bukan berarti akal dan nalar atau rasio dapat bebas menentukan makna dan maksudnya, tetapi tetap bersandar pada teks.

Epistemologi bayani menaruh perhatian besar dan teliti pada proses transmisi teks dari generasi ke generasi, sampai kepada wilayah tafsir, fiqh, ushul fiqh, dan lain-lain. Puncaknya adalah ketika Syafi’i menjadi tolak ukur metodologi dalam ranah syari’ah. Adapun metode berpikir yang diusung oleh Syafi’i adalah bertolak dari teks al-Qur’an dan berusaha memahaminya dalam ruang operasionalnya sendiri, yang mana nalar Arab pada masa Nabi dan sahabat itu bergerak.

Bayani, bila ditinjau dari segi historis kemunculannya, ia terbagi menjadi dua:

pertama,kaedah atau dasar-dasar menafsirkan titah (khitab), kata interpretasi atau penafsiran dikembalikan pada masa Nabi di saat para sahabat menafsirkan makna-makna dan ibarah-ibarah yang ada dalam al-Qur’an, atau paling tidak pada masa khulafa’ al-rasyidin, di saat umat bertanya kepada para sahabat tentang persoalan umat yang sulit dipecahkan.

Kedua, syarat-syarat produksi titah/ khitab, tema yang berhubungan dengan retotika, yang jelas ini muncul bersamaan dengan munculnya aliran politik dan perbedaan kalam setelah kejadian ‘tahkim’, di mana saat itu terjadi perdebatan yang bersifat “kalam sebagai saran penyebarluasan, memperoleh kemenangan, bantahan, dan permusuhan.

2. Epistemologi ‘Irfani

Dalam menerjemahkan kata ‘irfan, kita dihadapkan dengan dua makna kata yang serupa tapi tak sama. Yang pertama adalah “Gnose/gnosis” yang berarti pengetahuan intuitif tentang hakikat spiritual yang diperoleh tanpa proses belajar. Yang kedua adalah “Gnostik” yang dikhususkan kepada pengetahuan tentang Allah yang dinisbahkan kepada “Gnostisime”.

‘Irfani merupakan kelanjutan dari Bayani, akan tetapi kedua pengetahuan ini berbeda satu sama lain. Bayani mendasari pengetahuannya kepada teks, sedangkan ‘irfani mendasari pengetahuannya kepada kasf, yaitu tersingkapnya rahasia-rahasia oleh/karena Tuhan. Oleh karena itu, ‘irfani tidak diperoleh berdasarkan analisis terhadap teks, akan tetapi dari hati nurani yang suci, sehingga Tuhan menyingkapkan sebuah pengetahuan.

Adapun cara kerja ‘irfani adalah proses pemahaman yang berangkat makna sebuah teks menuju lafaz teks tersebut. Persoalannya bagaimana mengungkap makna atau dimensi batin yang diperoleh dari proses kasf tersebut?.

Al-Jabiri mengemukakan bahwa makna tersebut bisa terungkap pertama, dengan menggunakan cara apa yang disebut qiyas ‘irfani, yaitu analofi makna batin yang diungkap dalam kasf kepada makna zahir yang ada dalam teks.

Dengan demikian, kendati pun proses pengetahuan ‘irfani terletak pada aktivitas akal, yakni pada proses intuitif, akan tetapi proses pengetahuan ini dituntun oleh rambu-rambu al-Qur’an dan hadis. Ini dapat dilihat dari bagaimana proses pengungkapan makna dari sebuah teks.

3. Epistemologi Burhani

Burhani lebih mendasari dirinya pada kekuatan rasio, akal, yang dilakukan lewat dalil-dalil logika. Bahkan dalil-dalil agama hanya bisa diterima sepanjang ia sesuai dengan logika rasional. Hal ini ditegaskan oleh al-Jabiri bahwa burhani menghasilkan pengetahuan melalui prisnsip-prinsip logika atas pengetahuan sebelumnya yang telah diyakini kebenarannya. Di samping itu, dalil-dalil logika tersebut memberikan penilaian dan keputusan terhadap informasi yang masuk lewat indera, yang dikenal dengan istilahtasawwur dan tasdiq. Tasawwur adalah proses pembentukan konsep berdasarkan data-data dari indera, sedangkan tasdiq adalah proses pembuktian terhadap kebenaran atau konsep tersebut. Penjelasan tersebut kiranya “sah” apabila penulis sebut sebagai pandangan umum dari epistemologi burhani yang dikemukakan ‘Abid Al-Jabiri. Namun sebelum itu, baik kiranya apabila penulis menjelaskan secara singkat proses masuknya akal dalam Islam.

Al-Jabiri mengemukakan bahwa masuknya akal dalam Islam berawal dari kegandrungan khalifah al-Ma’mun terhadap filsafat yang dalam hal ini adalah filsafat Aristoteles. Berawal dari mimpi al-Ma’mun dimana ia bertemu dengan Aristoteles. Mimpi itu membincangkan “apa yang disebut kebaikan?”. Dalam mimpi itu dijelaskan bahwa ada tiga cara mengetahui kebaikan: akal, syara’, dan jumhur yang dalam ranah epistemologis disebut ijma’. Dari itu dapat dinyatakan bahwa tidak ada sumber pengetahuan lain kecuali ketiga sumber yang telah disebutkan di atas. Selain itu, tujuan dari penerjemahan buku-buku filsafat oleh al-Ma’mun dijadikan strategi baru untuk menentang aliran Gnostisisme Al-Manawiyah dan ‘irfan Syi’ah, yakni menggunakan Aristoteles dalam kerangka strategi umum dengan tujuan menanamkan akal –akal universal- agar menjadi rujukan dalam menyelesaikan perselisihan reigius-ideologis.

Seiring dengan perjalanannya, perjuangan al-Ma’mun untuk menghadapi “ketersingkiran akal” seperti diusung oleh Almanawiyah dan Syiah, mendapat ‘acungan jempol’ atau penguatan dari ulama, semasanya, yaitu al-Kindi (185-252 H). Ia gencar melakukan propaganda untuk menentang Almanawiyah dan Syiah Batiniyah lewat tulisan-tulisannya yang berbentuk ringkasan-ringkasan kajiannya tentang ilmu filsafat murni (yang sama sekali terlepas dari unsur Helenestik), di mana ringkasan tersebut membahas pandangan ilmia rasional terhadap alam dan manusia dengan memberikan penghargaan terhadap “rasionalitas agama” Arab. Ringkasan-ringkaan tersebut juga berisi pemikiran-pemikiran Aristoteles pada umumnya dan sistem pengetahuan yang mendasarinya yang berlawanan dengan sistem pengetahuan ‘irfani, sistem yang bergerak dari yang terindera kepada yang ternalar, dari konkrit kepada abstrak dan berpegang kepada pengalaman alamiah dan pengetahuan umum dan bukan pengalaman sufistik-psikologis.

Oleh sebab itu, pergumulan wacana tentang masuknya akal dalam kebudayaan Arab Islam bukan persoalan yang gampang, karena hal ini meniscayakan terjadinya perang wacana maupun ideologi-politik, yakni berhadapan dengan kebudayaan nalar Arab yang di satu sisi menganut Gnostisisme sebagaimana dianut kelompok Almanawiyah dan Syiah Batiniyah, yang diperangi oleh kelompok filsafat Islam yang diusung pertama kali oleh al-Ma’mun dan dikuatkan oleh pemikiran-pemikiran al-Kindi mengenai filsafat Islam.

Perbincangan ini belum berhenti sampai di sini. Al-Jabiri mengemukakan bahwa kajian al-Kindi terkait filsafat Islam –menganut filsafat Aristotelian- dirasa belum sempurna. Al-Jabiri mengatakan: “al-Kindi telah menggali kembali Aristoteles sebagai seorang ahli ilmu kealaman, hampir secara sempurna, namun ia tidak merambah wilayah logika khususnya bagian “al-Burhan”. … al-Kindi sedikit sekali menyinggung burhan, karena ia terikat dengan bayan,dan sibuk dengan upaya menentang ‘irfan dan mengabaikan filsafat politik karena ia berfilsafat karena tujuan politik; artinya ia berfilsafat untuk menopang politik yang berkuasa, politik “daulah al-‘aql” bayani Mu’tazili yang menaunginya.

Dengan begitu, al-Jabiri mencoba memasukkan pemikiran al-Farabi tentang filsafat, yang sejatinya lebih concern terhadap wilayah burhan dan untuk menjembatani “kegagalan” al-Kindi dalam menjelaskan filsafat pada ranah burhani-nya.

Di sinilah al-Farabi hadir memberikan kontribusi keilmuwan yang lebih concern kepada logika. Sebagai seorang pengkaji filsafat –bidang logika-, ia mampu memahami logika Aristoteles dengan sempurna, dengan memahami titik-titik penting yang ada di dalamnya, juga melihat bahwa logika bisa menjadi sarana yang memungkinkan membatasi kekacauan pemikiran. Terlebih ia menjelaskan fungsi sosial dari logika, yakni fungsinya pada tingkat interaksi pemikiran dalam masyarakat. Dengan demikian, “jika perumusan logika seccara keseluruhan menghasilkan aturan-aturan yang akan meluruskan akal, mengarahkan manusia kepada jalan yang benar dan salah dalam kategori yang memiliki kemungkinan terjadinya kekeliruan, maka wilayah aksi (majal al-fa’aliyah) dari aturan-aturan ini memberikan batas-batas “yang kita gunakan untuk mengoreksi apa yang ada pada kita, mengoreksi apa yang ada pada orang lain, dan digunakan orang lain untuk mengoreksi yang ada pada kita.

Menurut al-Farabi, akal memiliki lima aktivitas:

1. membuat ungkapan-ungkapan argumentatif (burhaniyah),

2. pernyataan dialektis (al-aqaqil al-jadaliyah),

3. pernyataan sophis (al-aqawil al-sufsutaiyah),

4. pernyataan retorik (al-aqawil al-khitabiyah),

5. ungkapan syair (al-aqawil al-syi’riyah).

Kelima aktivitas akal ini selanjutnya dapat digunakan untuk menjawab, menghilangkan perselisihan dan merealisasikan eksatuan pemikiran dalam masyarakat, dengan cara menunjukkan kekacauan yang terjadi dalam kehidupan pemikiran dalam masyarakat sebab mereka tidak mengenal dan memahami logika.

Dengan demikian, penjelasan-penjelasan di atas kiranya dapat memberikan gambaran bagaimana burhan atau akal menjadi objek paling mendasar dan pokok dalam logika. Di samping, bagaimana ia memiliki independensi untuk dijadikan tempat kembali bagi perkara dan kondisi baru melalui analogi. Sebagaimana dikemukakan oleh al-Farabi bahwa “akal tidak membutuhkan sumber, tidak membutuhkan ilham, atau guru yang mentranfer pengetahuan. Ia mampu menopang dirinya sendiri lantaran di dalamnya sudah terdapat “asumsi-asumsi dasar” (muqaddat al-awa’il), yakni prinsip-prinsip akal yang menjadi landasan bagi ilmu dan diketahui secara niscaya. Prinsip yang menjadi titik permulaan dan titik tolak dalam argumentasi (istidlal) dengan menyusun qiyasat burhaniyah yang di atasnya dibangun ilmu yang pasti (yaqin)”. 

D. Penutup

Dari penjelasan-penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa Al-Jabiri berangkat dari kegelisahan atas kegagalan kebangkitan Arab Islam kontemporer, yang kemudian ia ekspresikan atau refleksikan dengan melakukan kritik epistemologis atas nalar Arab Islam, yakni dengan mengemukakan beberapa epistemologi “Bayani, ‘irfani, danburhani”. 

Di samping itu, ia juga menegaskan bahwa tradisi seharusnya tidak digunakan sebagai “prinsip dasar” masa lalu yang kemudian dijadikan landasan kebangkitan yang dihadirkan sebagaimana adanya, tetapi atas dasar melakukan kritik terhadap masa kini dan masa lampau yang lebih dekat dan kemudian melompat ke masa depan.

Demikian penjelasan tentang trilogi epistemologi al-Jabiri. Penulis berharap tulisan ini bermanfaat. Amiin. 

http://afifrizqonhaqqi.wordpress.com/

Banyak faktor yang harus dilalui dan diteliti untuk menemukan sebuah KEBENARAN. Tidak mudah merubah kebiasaan, tidak gampang untuk merubah cara berfikir, butuh perjuangan dan usaha yang keras untuk tetap Konsisten Taat pada KEBENARAN. 

RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

 artikel selengkapnya di http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/LEGAL OPINION TERHADAP PERJANJIAN LAMA
 

RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

Oleh: Cakra Ningrat

 

RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

Apakah di dalam rumah tangga anda telah tercipta ketenangan, kesenangan, kedamaian dan kebahagiaan?. Semua orang mendambakan suasana itu akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Itulah syurga dunia. Itulah yang dimaksud dengan kerajaan Tuhan, di dunia. Segalanya dalam pengaturan dan pengawasan Tuhan. Segalanya berbuah kebaikan untuk anda bersama istri dan anak-anak anda.

Para ahli agama (ulama, ustadz, kiyai, pendeta dan pastor) selalu menjanjikan syurga Tuhan dikehidupan berikutnya atau setelah kematian. Mereka membaca alqur’an dan alkitab kemudian menafsirkannya sendiri, seakan-akan mereka mengetahui betul dan pernah melihatnya. Jika anda terpikat dengan perkataan mereka, Cakra Ningrat menyarankan agar anda segera mengejar kematian atau berdoalah supaya anda mati sesegera mungkin. Apakah anda mau?. Jika anda tidak mau, berarti kebenaran yang disampaikan oleh ahli agama belum dapat disebut sebagai kebenaran sejati (mutlak).

Tuhan menjanjikan syurga-Nya. Tuhan juga mengancam kita dengan neraka-Nya pada kehidupan berikutnya. Sebuah pertanyaan hukum ditujukan kepada anda semua; apakah anda mengetahui, anda berada dimana sebelum kedua orang tua anda menikmati pohon kehidupan bersama-sama yang menyebabkan anda terlahir di dunia ini?. Tentu anda tidak tahu, anda berada dimana. Dipastikan anda semua juga tidak tahu anda berada dimana nantinya setelah kehidupan berikutnya. Hanya orang bodoh dan buta hukum yang mau mempercayai perkataan ahli agama. Mereka juga tidak tahu, sama saja dengan kita semua. Hanya Tuhan yang mengetahui bagaimana keadaan kita dikehidupan berikutnya. Tuhan yang berjanji maka biarlah semua itu menjadi urusan pihak yang Berjanji. Dia menjanjikan syurga bagi manusia yang baik. Dan Dia menjanjikan neraka bagi manusia yang jahat. Satu-satunya yang kita ketahui sekarang adalah; kita hidup sekarang ini di dunia nyata.

FILOSOFI HUKUM

Awal kehidupan tidak ada agama. Awal penciptaan bukan agama. Pada ahirnya bukan agama yang bisa membuat manusia selamat karena bukan agama yang pertama. Ketahuilah, yang pertama itu adalah yang terahir. Ketahuilah yang pertama itu berdasar firman-firmanNya yang terdapat dalam alqur’an dan alkitab. Yang pertama adalah rahasiaNya. Yang pertama itu pula yang terahir. Dekati Tuhan melalui pendekatan “mengetahui” rahasiaNya.

Sebelum Tuhan menciptakan Adam (manusia) maka yang pertama Dia ciptakan adalah lokasi atau tempat untuk menempatkan manusia yang Dia ciptakan itu. Lokasi itu bernama Syurga atau Taman Eden. Lokasi itu bukan di langit tapi di bumi. Ditengah-tengah Taman Eden ada pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan jahat. Selanjutnya yang kedua diciptakan Tuhan adalah Adam. Yang ketiga adalah Hawa. Yang keempat adalah “hukum” berupa larangan mendekati pohon. Yang kelima adalah nafsu birahi dan yang keenam adalah hawa nafsu.

Peran “hukum” sangat penting karena “hukum” mengantarai manusia dengan nafsunya sendiri. Masalah manusia yang pertama adalah MELANGGAR HUKUM, maka masalah manusia yang terahir adalah bagaimana manusia harus MENURUT PADA HUKUM. Legal Opinion ini ditulis dengan sangat hati-hati dengan dasar filosofi hukum bahwa masalah manusia yang pertama adalah masalah hukum maka hukum juga yang bisa dijadikan sebagai solusi penyelamatan manusia.

Jika yang pertama dicipta Tuhan adalah Taman Eden (Syurga) maka yang terahir adalah RUMAH TANGGA. Rumah tangga adalah lokasi kehidupan. Didalam rumah tangga ada pohon kehidupan. Ada pohon pengetahuan baik dan jahat. Didalam rumah tangga ada suami (Adam) ada juga istri (Hawa). Ada hukum yang mengikat suami-istri berdasarkan agama yang mereka anut. Ada nafsu birahi dan ada hawa nafsu. Tidaklah sempurna hidup seseorang sebelum orang itu membina sebuah rumah tangga.

Nafsu birahi adalah nafsu yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat memiliki keturunan dan berkembang biak. Hawa nafsu adalah nafsu yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan dengan tatanan yang baik, benar dan berkecukupan. Nafsu birahi dan hawa nafsu pertama kali diciptakan Tuhan melalui perempuan (Hawa) kemudian perempuan menurunkan nafsu-nafsu itu kepada anak yang dilahirkan. Nafsu birahi dominan kepada laki-laki, resessif terhadap wanita. Resessifitas wanita disebabkan karena hasrat besarnya terhadap nafsu birahi didominasi oleh rasa malu. Ketika rasa malu bisa mereka tepis, dunia adalah saksi betapa kuatnya wanita terhadap nafsu birahi. Hawa nafsu dominan pada wanita, resessif pada laki-laki. Resessifitas hawa nafsu terhadap laki-laki disebabkan karena laki-laki merasakan langsung betapa susah dan beratnya laki-laki mencari dan mendapatkan rezki. Dominasi wanita terhadap hawa nafsu dapat dibuktikan betapa besarnya tuntutan dan keinginan mereka terhadap uang, harta benda dan perhiasan lainnya. Wanita tidak segan-segan menjual dirinya kepada laki-laki lain demi untuk memuaskan tuntutan hawa nafsunya.

RUMAH TANGGAKU OH NERAKAKU

Kehidupan rumah tangga adalah kehidupan yang penuh dengan ujian. Tahapan-tahapan ujian yang dilalui oleh rumah tangga adalah:

a.       Waktu

Kehidupan rumah tangga yang didasari oleh suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan tanpa mendapatkan ridho Ilahi atau Berkat Tuhan adalah rumah tangga yang dibangun diatas fondasi nafsu birahi. Pilar-pilarnya yang berdiri tegak adalah ukiran indah hawa nafsu. Segala bentuk-bentuk kepalsuan dan penghianatan ada di dalam rumah ini. Kasih-sayang tidak terpancar di rumah ini. Kemarahan, kebencian dan selisih pendapat mewarnai rumah ini. Rumah tangga ini adalah rumah tangga neraka. Waktu akan menguji seberapa lamakah rumah tangga seperti ini dapat bertahan. Jika pemiliknya sudah tidak kuat lagi mempertahankannya maka perceraian atau perpisahan akan terjadi. Jika pemiliknya berhasil mempertahankan dan lolos dari ujian ini maka rumah tangga ini akan meningkat menjadi rumah tanggaku adalah rumah tanggaku. Rumah tangga ini adalah rumah tangga biasa. Kehidupan di rumah ini adalah kehidupan biasa sebagaimana kehidupan manusia biasa pada umumnya.

b.       Alam

Kehidupan rumah tangga yang didasari oleh suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan mendapatkan ridho Ilahi dan Berkat Tuhan adalah rumah tangga yang dibangun diatas fondasi permanen, kuat dan tahan terhadap goncangan. Alam akan menguji rumah tangga ini berupa goncangan-goncangan hebat. Goncangan itu disebabkan karena alam melakukan pembalasan atas karma-karma jahat yang ada didalam diri mereka baik yang mereka lakukan sendiri maupun yang mereka dapatkan berupa lekatan-lekatan nafsu dari orang tua dan leluhur mereka. Jika goncangan hebat ini telah mereka lalui maka karma jahat telah terbalaskan atau dengan kata lain dosa telah terhapuskan demi hukum. Kehidupan rumah tangga ini meningkat dari rumah tanggaku adalah rumah tanggaku ke rumah tanggaku adalah syurgaku.

c.        Hukum

Kehidupan rumah tangga yang akan meningkat kelevel rumah tanggaku adalah syurgaku akan mengalami lagi satu goncangan hebat. Goncangan itu disebabkan oleh hukum yang ingin memutar balik keadaan. Hampir semua rumah tangga didominasi oleh istri. Istri mewarnai kehidupan rumah tangga baik dengan cara-cara bujuk rayu maupun dengan memaksakan kehendaknya untuk diikuti oleh suaminya. Hal ini disebabkan karena awalnya Hawa yang lebih dulu memakan buah pohon kayu itu kemudian menyuruh Adam untuk memakannya. Fakta hukum ini akan dibalik seratus delapan puluh derajat. Argumentasi hukumnya bukan pada siapa yang lebih dulu memakan buah pohon itu akan tetapi siapa yang lebih dulu diciptakan Tuhan. Adam lebih dulu diciptakan Tuhan kemudian dari Adam diciptakan Hawa. Itu berarti suami (Adam) harus lebih dominan dari pada istri (Hawa). Suami harus berlaku dan diperlakukan sebagai pemimpin didalam rumah tangga secara murni dan konsekwen. Istri harus tunduk dan taat kepada suami. Apabila istri telah tunduk dan taat kepada suami barulah suami dapat merasakan “rumah tanggaku adalah syurgaku”. Di rumah itu ada ketenangan dan kedamaian. Tidak ada lagi yang salah di rumah itu. Tidak ada lagi perseteruan dan perselisihan pendapat. Tidak ada lagi kemarahan dan kebencian. Yang ada adalah kasih-sayang suami kepada istri secara tulus. Istri akan melayani suami secara tulus dan memberinya hiburan yang baik dan benar.

Pada penciptaan awal, hanya Adam yang pernah merasakan kedamaian syurga. Hawa tidak pernah merasakannya. Karena itu yang dapat menyatakan “rumah tanggaku adalah syurgaku” adalah suami karena hanya dia yang bisa merasakannya. Dihadapan Tuhan, derajat laki-laki lebih tinggi dan lebih mulia dibanding perempuan.

Dalam kehidupan di syurga, Adam pernah merasa begitu dekat dengan Tuhan, saat dimana Hawa belum diciptakan. Apabila istri telah tunduk dan taat kepada suami, telah mengikuti segala perkataan, arahan, bimbingan dan keinginan suami maka dihadapan Tuhan sebutan mereka adalah SATU meskipun mereka DUA BADAN. Faktanya karena mereka seia-sekata-seturutan maka mereka dianggap SATU. Bila keadaan ini sudah tercapai maka suami akan merasakan Tuhan begitu dekat dengan dirinya. Suami akan mengatakan “rumah tanggaku adalah kerajaan Tuhanku” di bumi.

Karena dirumah itu hanya ada SATU (seia, sekata dan seturutan istri kepada suaminya) maka Tuhan memerintahkan malaikat-Nya turun ke bumi dan masuk ke rumah itu untuk MENGGENAPI. Kehadiran malaikat tidak dapat dilihat secara kasat mata, akan tetapi suami dengan kekuatan logikanya dapat merasakan kehadiran malaikat didekat dirinya. Selain menggenapi, malaikat juga melakukan PELAYANAN. Fakta bahwa malaikat melakukan pelayanan dapat dibuktikan dengan suasana hati penghuni rumah itu. Hati mereka tenang dan damai. Fikiran mereka terang benderang. Kesejahteraan ada di rumah itu karena segala niat baik dan harapan baik mendapat kemudahan untuk mewujudkan secara nyata didalam hidup dan kehidupan keluarga dalam rumah tangga itu.

SARAN-SARAN

Cakra Ningrat menyarankan:

1.     Jangan pernah ada niat didalam diri anda mau membangun atau membina rumah tangga lebih dari satu. Taman Eden hanya satu maka rumah tangga juga hanya satu.

2.   Jangan pernah berfikir anda sanggup berlaku adil terhadap dua wanita dalam waktu yang bersamaan. Kekuatan nafsu birahi mereka dan kekuatan hawa nafsu mereka adalah kekuatan dunia yang mustahil anda bisa taklukkan. Ingatlah, anda akan tua dan sakit-sakitan. Ingatlah, anda tidak selamanya kuat dan memiliki kelimpahan rezki. Hukum tidak mau tahu apakah anda tua, sakit, lemah dan tidak berdaya. Hukum akan terus mengejar anda karena anda telah berlaku tidak adil. Perbuatan tidak adil adalah perbuatan melawan hukum.

Terhadap laki-laki hebat dan kuat yang sudah terlanjur membangun dua rumah tangga dalam waktu yang bersamaan, Cakra Ningrat tidak mampu memberi solusi. Cakra Ningrat tidak akan mengucapkan kata “selamat” karena Cakra Ningrat telah mengetahui anda akan tergelincir dan terperosok. Lebih bagus Cakra Ningrat berdiri dan berlipat tangan menyaksikan sehebat dan sekuat apakah jurus-jurus yang akan anda mainkan.

Kepada laki-laki yang memiliki keinginan membangun dua rumah tangga atau lebih dalam waktu yang bersamaan, Cakra Ningrat hanya ingin berpesan agar lebih berhati-hati dan kembali berfikir ulang. Manusia SALAH (terutama ummat islam) dalam menafsirkan firman Tuhan dalam alqur’an 4:3 berikut ini:

“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

a.     Perempuan Yatim

Siapa yang dimaksud dengan perempuan yatim sebagaimana ayat tersebut di atas?. Yang dimaksud dengan perempuan yatim adalah ISTRI PERTAMA anda. Faktanya; Ketika anda menikahi/mengawini istri anda dihadapan penghulu/imam/pendeta/ pastor, maka ayah/orang tua/wali menyerahkan anak perempuannya itu kepada anda secara baik-baik untuk anda nikahi/kawini. Itu berarti secara hukum kedudukan anaknya itu adalah PEREMPUAN YATIM, karena hak-hak yang selama ini melekat pada orang tuanya telah dilepaskannya dan diserahkan kepada anda.

Ayat diatas mengatakan perempuan yatim bukan “anak perempuan yatim”. Perbedaan prinsip antara perempuan yatim dengan anak perempuan yatim ialah: Perempuan yatim adalah perempuan dewasa yang hak perwaliannya telah dilepaskan oleh orang tuanya atau walinya dan diserahkan kepada laki-laki yang memperistrikannya sedangkan anak perempuan yatim adalah seorang anak yang berjenis kelamin perempuan yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya.

Alqur’an menyinggung anda secara santun “Dan jika kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya) …”. Tahukah anda apa hak-hak perempuan yatim?. Bagaimana mungkin anda akan dapat berlaku adil sementara anda tidak mengetahui apa hak-hak perempuan yatim yang harus anda berikan!.

Sehebat-hebatnya perempuan dan sepintar-pintarnya perempuan, pada hakekatnya dia adalah mahluk yang lemah. Setinggi-tingginya status sosial dan kedudukan perempuan pada hakekatnya dia adalah mahluk yang rendah. Fakta bahwa perempuan adalah mahluk yang lemah dan rendah adalah begitu banyak hak-hak yang harus diberikan kepadanya. Hak-hak yang harus diberikan kepada perempuan yatim adalah hak untuk dilindungi dan dijaga kehormatannya. Hak untuk dibimbing, diarahkan dan dituntun kejalan yang benar. Hak untuk diberi tempat berteduh. Hak untuk diberi nafkah lahir dan bathin. Hak untuk diberi perhiasan dunia yang menyenangkan hatinya. Hak untuk dikasihi dan dikasihani.

Hak untuk dikasihi dan dikasihani sifatnya general dan normatif merangkum seluruh hak-hak yang harus diberikan kepadanya, mengingat perempuan yatim itu telah merasakam susah payah saat mengandung dan merasakan sakit yang banyak saat melahirkan. Perempuan yang mengandung dan melahirkan tapi nama anda yang melekat dibelakang nama anak yang telah dikandung dan dilahirkannya.

b.       Wanita Lain

“…. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat ….”. Wanita-wanita lain yang anda kawini tidak dapat lagi dikategorikan sebagai perempuan yatim. Hanya istri pertama yang dapat dikategorikan sebagai perempuan yatim. TERKECUALI istri pertama anda meninggal dunia dan anda menikah lagi maka secara hukum istri yang anda nikahi itu menempati kedudukan mulia sebagai perempuan yatim dihadapan Tuhan.

Apabila istri pertama anda (perempuan yatim) masih hidup kemudian anda menikahi wanita lain yang anda senangi, itu berarti anda menikah karena didasari oleh KESENANGAN. Perkawinan yang didasari yang oleh kesenangan duniawi adalah upaya pelarian atau pencarian untuk mendapatkan legalitas hukum agama dan norma dimasyarakat dengan maksud agar anda legal melampiaskan  nafsu birahi anda dan hawa nafsu anda. Inilah pernikahan yang tidak akan mungkin mendapatkan ridho Ilahi dan diberkati Tuhan. “….kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat …”. Alqur’an tidak menyebut kata “satu”. Alqur’an ingin kita sendiri yang memaknai bahwa Tuhan hanya meridhoi dan memberkati yang “satu”. Itulah istri yang pertama. Itulah perempuan yatim. “Dua, tiga, atau empat” disebut sekaligus menandakan bahwa bagaimanapun perkawinan yang dilandasi oleh dorongan hawa nafsu dan nafsu birahi tidak pernah akan bisa terpuaskan, dan tidak akan pernah diberkati Tuhan.

c.        Budak-budak

“… Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

Siapakah yang dimaksud dengan kata “budak-budak”. Yang dimaksud dengan budak-budak adalah wanita-wanita yang kamu senangi. Wanita itu diperbudak oleh nafsu birahinya. Wanita itu diperbudak oleh hawa nafsunya. Alqur’an memberi pilihan kepada anda “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah seorang saja)”. Artinya cukup istri anda yang pertama atau perempuan yatim itu saja. “Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. Maksudnya anda tidak menganiaya perempuan yatim dan anda juga tidak menganiaya diri anda sendiri.

Para ahli agama (ulama, ustadz, kiyai) berpendapat bahwa Allah membolehkan poligami dengan dasar ayat 4:3 tersebut. Mereka berpendapat boleh berpoligami asal tidak lebih dari empat orang istri. Mereka mengatakan nabi Muhammad juga memiliki istri yang banyak. Memiliki istri lebih dari satu dibolehkan dalam syariah islam karena mengikuti sunnah (yang dilakukan) oleh nabi Muhammad.

Cakra Ningrat tidak sependapat dengan mereka. Cakra Ningrat dengan tegas mengatakan “Tuhan melarang!” dengan argumentasi-argumentasi hukum sebagaimana yang kami sebutkan di atas. Anggapan bahwa nabi Muhammad berpoligami adalah anggapan keliru yang dapat dikategorikan sebagai fitnah yang paling keji dan kotor. Nabi Muhammad memiliki istri pertama bernama Khadijah. Dari perkawinannya dengan Khadijah, nabi memiliki enam orang putra-putri akan tetapi semuanya meninggal dunia ketika mereka masih kecil-kecil. Sekitar delapan tahun setelah Khadijah meninggal dunia, nabi Muhammad menikahi/mengawini Aisyah. Dari perkawinannya dengan Aisyah nabi memiliki seorang putri bernama Fatimah.

Seruan islam dilaksanakan dengan jalan perang yang menyebabkan banyak syuhada (pejuang islam) yang gugur dengan meninggalkan janda-janda. Tuhan memerintahkan nabi Muhammad untuk memperistri janda-janda syuhada dengan tujuan untuk melindungi mereka dari fitnah. Jika janda-janda ini tidak diperistri oleh nabi maka janda-janda ini akan menjadi sumber malapetaka karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan ummat islam kala itu. Dalam riwayat ada kurang lebih sembilan orang janda yang diperistri oleh nabi. Perkawinan itu bukan didasari oleh nafsu birahi dan hawa nafsu. Selama dalam ikatan suami-istri, nabi Muhammad tidak pernah sekalipun melampiaskan hasrat biologisnya kepada mereka. Faktanya; tidak seorangpun dari janda-janda itu melahirkan anak dari nabi Muhammad SAW.

Janganlah merendahkan keagungan dan kemuliaan nabi Muhammad. Jika anda ingin mengikuti sunnah nabi, silahkan saja dengan syarat: istri pertama anda meninggal dunia. Jika istri pertama anda meninggal dunia maka kawinilah seorang perempuan. Usahakan sedapat mungkin anda bisa mendapatkan perempuan yang masih perawan dan berusia muda belia. Jika anda masih ingin menyempurnakan pelaksanaan sunnah nabi, tambahkan lagi dengan mengawini janda-janda. Lindungilah janda-janda itu. Ingat jangan anda gauli mereka. Bisakah anda?. Mampukah anda?.

3.       Apapun yang tejadi pertahankan rumah tangga anda meskipun rumah tangga itu adalah Neraka. Yakinlah; tidak ada yang kekal kecuali Tuhan. Neraka didalam rumah tangga juga tidak kekal. Apapun yang terjadi pertahankan rumah tangga anda. Pertahankanlah taman Eden itu meskipun taman itu gersang, meski hanya ditumbuhi tanaman berduri bahkan beracun sekalipun. Masa bodoh, pertahankanlah!.

4.       Terhadap laki-laki yang terlanjur membangun rumah tangga lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan, perhatikanlah firman Tuhan berikut ini:

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cendrung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (4:129).

Apapun argumentasi yang anda berikan yang pasti, Tuhan telah memastikan bahwa anda tidak mungkin dapat berlaku adil sampai kapanpun meskipun anda sangat menginginkan keadilan itu. Ini dikarenakan perbuatan anda mengawini perempuan yang anda senangi (budak-budak nafsu) adalah bentuk ketidak adilan anda terhadap perempuan yatim (istri pertama) anda.

Cakra Ningrat menyarankan kepada anda agar kembali ke jalan yang benar. Ingat, Taman Eden hanya satu, bro. Itu berarti rumah tangga juga seharusnya hanya satu. Ikutilah jalan keluar yang Tuhan berikan berikut ini:

“Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karuniaNya. Dan adalah Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Bijaksana” (QS. 4:130).

Yakinlah; sepanjang kita mengikut pada jalan yang dikehendaki Tuhan, maka semua akan berahir dengan kebaikan. Anda baik, perempuan yatim (istri pertama) anda juga baik dan wanita/budak-budak nafsu yang pernah anda senangi juga akan baik.

Cakra Ningrat hanya sebatas memberi pendapat hukum (Legal Opinion) saja, urusan selanjutnya masuk pada ranah hukum alam dan hukum karma.

KESIMPULAN

Dalam iman kristiani kita meyakini adanya kerajaan Tuhan di bumi dan kerajaan Tuhan di sorga. Cakra Ningrat berpendapat: Kerajaan Tuhan di bumi bukan di gereja atau di Vatikan tapi di rumah tangga yang tenang, damai, sejahtera dan banyak kemudahan-kemudahan yang didapatkan sebagai bukti adanya malaikat yang melakukan pelayanan meski tidak dilihat secara kasat mata namun dapat diketahui dengan kekuatan logika. Adapun kerajaan Tuhan di sorga, Cakra Ningrat tidak memberi pendapat. Pencapaian di bumi akan berlanjut pada pencapaian di sorga.

Dalam iman islam kita meyakini adanya harapan dan do’a pamungkas yaitu: keselamatan, kebahagiaan di dunia dan keselamatan, kebahagiaan di ahirat serta dijauhkan dari siksaan api neraka. Cakra Ningrat berpendapat kunci keselamatan dan kebahagiaan di dunia bukan di mesjid tapi di rumah tangga. Rumah tangga yang diurus oleh perempuan yatim. Perempuan yang senantiasa tunduk, taat dan patuh pada perkataan suaminya. Rumah tangga yang tenang, seia-sekata dan seturutan. Tentang keselamatan dan kebahagiaan di ahirat serta dijauhkan dari siksaan api neraka, harap dimaklumi jika Cakra Ningrat tidak akan memberi pendapat. Pencapaian di dunia akan berlanjut pada pencapaian di ahirat.

Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia) bukanlah perjanjian pada masa yang telah berlalu. Perjanjian itu tetap berlaku dan mengikat kita sejak dulu, sekarang dan selamanya. Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadikan kita sebagai orang yang sadar dan tercerahkan. ORANG YANG “SADAR” DAN “TERCERAHKAN” ADALAH BUDDHA.

PENUTUP

Legal Opinion ini akan dilanjutkan dengan artikel yang kami beri judul “PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN (QABIL)”. Artikel itu akan mengungkap rahasia Perencanaan dan Penciptaan Tuhan berikutnya secara sistematis, yaitu:

1.    Dalam artikel “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)”, Adam didudukkan sebagai pelaku dan saksi korban dalam perbuatan melanggar hukum perjanjian. Adam tidak melakukan perbuatan “MELAWAN” hukum. Itu berarti Adam melakukan tiga peran sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu sebagai korban, pelaku dan pelanggar. Sosok atau figur yang memiliki peran sebagai yang “melawan” hukum (syetan/ular) belum ada karena belum dicipta.

2.       Dalam artikel “Perjanjian Tuhan Dengan Kain (Qabil)”, Cakra Ningrat akan membuktikan bahwa “pohon kehidupan” dan “pohon pengetahuan baik dan jahat” sudah mulai tumbuh dengan lahirnya dua orang putra Adam yaitu Kain (Qabil) dan Habel (Habil). Tiga peran hukum yang awalnya menyatu didalam diri Adam, dilanjutkan oleh kedua orang putranya yaitu Kain (Qabil) sebagai PELAKU dan PELANGGAR (melanggar hukum) sedangkan Habel (Habil) sebagai KORBAN. Sosok atau figur yang berperan sebagai yang “melawan” hukum (syetan/ular) belum ada karena belum diciptakan Tuhan.

3.       Jika dalam artikel “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)” Cakra Ningrat mengatakan bahwa Tuhan menciptakan “nafsu birahi” dan “hawa nafsu”, melalui Hawa maka pertanyaan selanjutnya “apakah yang diciptakan Tuhan dalam tragedi pembunuhan manusia yang pertama?. Semua akan kami ungkap dalam artikel “perjanjian Tuhan Dengan Kain (Qabil).

Sebagai penutup artikel ini kami kembali ingin menegaskan bahwa apa yang kami sampaikan adalah sebuah KEBENARAN yang belum pernah diketahui oleh siapapun. Tolok ukur sebuah kebenaran adalah sifatnya yang mutlak yang tidak akan mungkin bisa terbantahkan dengan dalil apapun. Ibarat air yang mengalir tenang, pelan dan lancar tanpa hambatan. Air itu bersumber dari telaga yang sangat jernih, murni dan suci. Air itu masuk melalui pintu air yang benar. Pintu yang berada ditempat tertinggi. Pintu kemuliaan anda semua. Pintu itu bernama ubun-ubun. Pintu itu tidak pernah dilalui oleh siapapun dan apapun. Air itu masuk dan menundukkan logika anda kemudian masuk dan masuk terus menuju kesebuah telaga suci yang ada didalam diri anda. Telaga itu bernama qalbu. Manusia sering menyebutnya sebagai “hati kecil”. Hati kecil tidak pernah berdusta. Hati kecil selalu berkata benar. Hati kecil itulah yang dimaksud dengan suara Tuhan.

Artikel pertama yang kami tulis berjudul “Orang yang Sadar dan Tercerahkan adalah Buddha”. Tujuan artikel itu untuk menjadikan anda sebagai orang yang sadar dan tercerahkan. Manakala yang kami sampaikan telah diterima dan logika anda telah tunduk membenarkannya maka anda telah termasuk orang yang sadar. Apabila yang kami sampaikan telah sampai kehati kecil anda (telaga nan suci), maka anda telah termasuk  sebagai orang yang tercerahkan. Tugas kami selanjutnya membuat hati kecil anda menjadi besar dengan kata lain meningkatkan volume kecerahannya dari cerah menjadi terang benderang sehingga dapat menerangi jalanNya. Tugas itu akan kami laksanakan dengan hati yang tulus dan ihlas melalui pendekatan berupa panyampaian Legal Opinion.

         25, April 2013

COPY FROM : http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/category/perjanjian-tuhan-dengan-adam/

Kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil.

copy : http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/

SABAR

 SABAR TANPA BATAS

Sungguh seluruh Manusia  dalam keRUGIAN… kecuali jika mereka ber IMAN, mengerjakan Amal Sholeh, saling menasehati agar TAAT pada keBENARAN dan TETAP SABAR ( Al ´Ashr )

maka berSABARlah! karena ALLAH beserta orang yang SABAR!.

2. Al Baqarah

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

61. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta.” Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

249. Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

250. Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

 3. Ali ‘Imran

17. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur

142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

146. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

125. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

186. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

 4. An Nisaa’

25. Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 6. Al An’aam

34. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

13. Ar Ra’d 22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

 7. Al A’raaf

126. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).”

137. Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

 8. Al Anfaal

46. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

65. Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti

66. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

11. Huud

11. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

 12. Yusuf

18. Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata: “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

83. Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

90. Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?.” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami.” Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”

13. Ar Ra’d

24. (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”\. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

14. Ibrahim

12. Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri.”

21. Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”

 16. An Nahl

42. (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.

96. Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

110. Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

126. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu[846]. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

 18. Al Kahfi

67. Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”

69. Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun.”

72. Dia (Khidhr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.”

73. Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.”

75. Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”

78. Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.

82. Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.”

 20. Thaahaa

130. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang,

 21. Al Anbiyaa’

85. Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

 22. Al Hajj

35. (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

 23. Al Mu’minuun

25. la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.”

111. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.”

 25. Al Furqaan

20. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.

42. Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan- sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya” dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

75. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

 28. Al Qashash

54. Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

80. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar.”

 29. Al ‘Ankabuut

 59. (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.

 31. Luqman

31. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.

 32. As Sajdah

24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

 33. Al Ahzab

35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

 34. Saba’

19. Maka mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami”, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

 37. Ash Shaaffaat

101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).

 38. Shaad

44. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).

 41. Fushshilat

24. Jika mereka bersabar (menderita azab) maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.

35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

 42. Asy Syuura

33. Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,

39. Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.

43. Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

46. Al Ahqaaf

35. Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

47. Muhammad

31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

49. Al Hujuraat

5. Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

52. Ath Thuur

16. Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri[1428].,

70. Al Ma´aarij

5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

 76. Al Insaan

12. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

 90. Al Balad

17. Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

 103. Al ´Ashr

1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

AKHIR ZAMAN (Turunnya Isa Al Masih)

7. Al A’raaf

187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

  43. Az Zukhruf            

61. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Akhir zaman: Turunnya Nabi Isa a.s.

IMAM MAHDI adalah Satrio Piningit
SATRIO PININGIT adalah Imam Mahdi
Dajjal dibunuh oleh Satrio Piningit
YESUS KRISTUS adalah Satrio Piningit
Anti Kristus dihabisi olehSATRIO PININGIT
MASEAS adalah Satrio Piningit
Nabi ISA adalah Satrio Piningit
Nabi Isa Al Masih sudah Turun
Nyi Roro Kidul adalah Penghuni ATLANTIS
UFO dan Nyi Roro Kidul adalah Penghuni Atlantis
Nyi Roro Kidul adalah Ibu Pertiwi adalah Ibu Satrio Piningit

dikutip dari @RODA HUKUM

SANGGAHAN KRITIS UNTUK PENGIKUT AHMADIYAH

 

SANGGAHAN KRITIS UNTUK PENGIKUT AHMADIYAH

 

 

SANGGAHAN KRITIS UNTUK PENGIKUT AHMADIYAH
Oleh: Cahyo Nayaswara
 
 Tiba-tiba saja nama Ahmadiyah muncul kembali dalam fikiran saya. Ini disebabkan karena saya membacaKoran lama yang memberitakan  sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Umat Islam, melakukan penyerangan terhadap kampus pusat Ahmadiyah, Barokah , BogorJawa Barat tanggal 09 Juli 2005 yang lalu. Penyerangan ini didasari oleh adanya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 1980 yang memfatwakan bahwa ajaran Ahmadiyah adalah ajaran sesat yang menyesatkan.
 
Ahmadiyah didirikan di Qadian pada tahun 1889, desa kecil di Punjab India (sekarang masuk dalam wilayah negara Pakistan) oleh seorang muslim bernama Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908). Pada usia 41 tahun dia mengaku bermimpi mendapatkan wahyu, kemudian ia mendakwakan dirinya sebagai imammahdi dan almasih. Setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal, gerakan ini dipimpin oleh khalifah al masih secara berturut-turut mulai dari khalifatulmasih I s/d V. Khalifatulmasih tidak akan diganti sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Khalifatulmasih berkedudukan dan berkantor pusat di London. Mereka adalah warga negara Inggris keturunan India-Pakistan.Ahmadiyah  Qadian sudah ada di 174 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, dan Eropa dengan jumlah pengikut sekitar 170 juta orang. Andaikan saja MUI tidak mengeluarkan fatwa yang tegas 32 tahun yang lalu boleh jadi gerakan ini akan berkembang sangat pesat di Indonesia.
 
Khalifatulmasih memiliki sistem organisasi yang terstruktur rapi dan berjenjang. Pola rekrutmen anggota melalui pendekatan person to person dengan metode debat dan diskusi. Kitab-kitab yang mereka gunakan umumnya berbahasa urdu dan Inggris. Mereka merubah ayat-ayat kitab suci Alqur’an, khususnya pada ayat-ayat yang menguntungkan dan mendukung aliran mereka.
 
Perbedaan yang sangat mendasar antara ahlussunnah wal jamaah dengan ahmadiyah qadian adalah karena orang-orang ahmadiyah memahami, meyakini, dan mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai imam mahdi dan almasih sementara di kalangan Islam masih sebatas menantikan kedatangan sosok sang imam dan pemimpin ummat manusia tersebut.
 
 
Imam Mahdi dan Almasih adalah sosok yang fenomenal dan penuh dengan misteri karena itu sejak dulu sangat banyak orang yang terjebak, terperangkap, dan terperosok dalam ketersesatan yang nyata. Satu diantaranya adalah Mirza Ghulam Ahmad. Bisa saja dia mengklaim diri dia sebagai Imam Mahdi dan Almasih, namun betapa bodohnya kita jika ingin mempercayainya. Mengapa kita tidak memakai logika dan akal sehat kita untuk mengkritisi pengakuan dia sebelum kita ikut juga dia sesatkan. Jika benar Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi, peperangan apakah yang dia pimpin ?. jika tidak ada perang yang dia pimpin berarti Mirza bukanlah Imam Mahdi. Jika benar dia adalah Almasih, mengapa ketika dia wafat (1908) dunia ini tidak kiamat, malah sebaliknnya, dunia dengan segala peradabannya justru berkembang pesat. Bisa saja kita berargumentasi bahwa ada khalifah pengganti untuk melanjutkan missinya, tapi perlu diingat ketika Almasih naik ke langit, beliau tidak menunjuk khalifah pengganti untuk meneruskan missinya itu berarti Almasih yang sebenarnya yang akan turun nantinya juga tidak memiliki khalifa pelanjut.
 
Tegasnya ; mimpi Mirza Ghulam Ahmad mendapatkan wahyu bukanlah mimpi akan tetapi sebuah halusinasi saja sebagai dampak dari candu atau ganja yang dihisapnya mengingat di masa itu tanaman ganja sebagai tanaman semak liar tumbuh subur di daerah pegunungan Pakistan, terus memanjang hingga masuk ke wilayah Afghanistan.
 
Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan sebagai bahan renungan terutama kepada orang Islam yang sudah terperangkap ke dalam jaringan jamaah Ahmadiyah. Dan bagi anda yang ingin lebih dalam mengetahui wahyu Allah yang benar yang diturunkan dalam bentuk mimpi kepada beberapa rasul pilihan-Nya maka bacalah dengan seksama GERAKAN ALMAHDI.
 
Sumber inspirasi / bahan bacaan :
GERAKAN ALMAHDI (Nama penulis tidak diketahui)
Oleh: Cahyo Nayaswara

RUDAL IRAN PENGHANCUR MUSUH

11.000 Rudal Iran Siap Hantam AS dan Israel Jika Diserang

IPABIonline.com – Duta Besar Iran untuk Libanon, Ghazanfar Roknabadi mengatakan bahwa negaranya memiliki kemampuan untuk meluncurkan ribuan rudal ke basis-basis musuh jika terjadi serangan terhadap Republik Islam Iran. Lapor Press TV, Sabtu (10/3).
Ghazanfar menjelaskan bahwa Iran akan melakukan pengawasan yang ketat pada setiap kemungkinan serangan dan ancaman militer yang diarahkan ke fasilitas nukir Iran. Dia mencatat, Tehran mampu meluncurkan 11.000 rudal ke posisi yang telah diidentifikasikan di Amerika Serikat, Israel atau negara-negara tempat dimana kepentingan mereka berada.

Iran memiliki sikap defensif, negara akan merespon dengan kekuatan penuh setiap serangan potensial yang diarah ke negaranya, tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi pada 27 November 2011 mengatakan, Israel tidak akan memiliki kesempatan bertahan hidup setelah mereka melakukan serangan militer terhadap Iran. Karena angkatan bersenjata Iran akan menghujani seluruh Israel dengan ribuan rudal.

“Musuh harus menjawab pertanyaan ini, bila mereka serang Iran berapa lama pertempuran akan berlangsung dan berapa banyak kapal yang harus mereka korbankan?”

“Mengapa rezim Zionis mengancam Iran? Berapa banyak rudal yang sudah mereka siapkan? Sepuluh ribu, dua puluh ribu? 150.000 atau lebih,” lanjut Vahidi.

Vahidi juga menyarankan kepada AS dan sekutunya supaya menyadari bahwa Iran akan mengajari orang Amerika “bagaimana berperang, dan bagaimana menjadi tentara sejati.”

Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program nuklirnya. Mereka mengancam Tehran dengan serangan militer jika sanksi yang diberlakukan kepada Tehran gagal meruntuhkan tekad Iran dalam mempertahankan program nuklir damainya.

Iran berpendapat bahwa sebagai penandatangan Perjanjian Non Proliferasi dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.

IAEA juga telah melakukan inspeksi ke berbagai fasilitas nuklir Iran tapi tidak pernah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa program energi nuklir Tehran telah dialihkan ke produksi senjata nuklir. (IPABI Online/pt/it/vn)

KSATRIA MENURUT ALQUR’AN DALAM SURAH AL-KAHFI (ASHABUL KAHFI)

SATRIO PININGIT MENURUT ALQUR’AN

Sebahagian besar ummat islam yang ada di Indonesia terlebih-lebih lagi umat islam yang ada di luar negeri tidak mungkin mempercayai cerita akan munculnya tokoh Satrio Piningit. Alasan mereka enteng-enteng saja dan amat sangat sederhana kalau tidak ingin dikatakan menggampangkan atau menganggapnya sepele. Mereka tentu akan mengatakan kalau cerita itu tidak ada dasar haditsnya dan tidak ada ayatnya dalam Alqur’an, apa lagi Satrio Piningit hanya ramalan Joyoboyo. Dalam fiqhi islam, haram hukumnya mempercayai ramalan. Bagi ummat islam keturunan Jawa, mereka bersikap lebih moderat dan santun karena takut kuwalat pada leluhurnya mengingat ramalan Joyoboyo ini sudah berusia ratusan tahun, dan dipercaya oleh leluhur mereka.

Ummat islam yang bergaris keras tegas, yang menghitamputihkan persoalan, yang mengharamkan ramalan bersikap ambivalen dan pembual. Mereka mengharamkan ramalan akan tetapi menghalalkan prediksi. Terminologi “ramalan” adalah menyampaikan sesuatu yang belum terjadi tapi akan terjadi. Makna kata “prediksi” atau “perkiraan” tidak ada bedanya dengan “ramalan”. Prediksi atau perkiraan dapat diterima oleh ummat islam karena rentang waktu kejadiannya relatif singkat, meski prediksi atau perkiraan bermakna ramalan juga.

Parameter untuk mengetahui benar tidaknya sebuah ramalan hanya dua. Pertama, rentang waktu yang panjang antara saat ramalan pertama kali disampaikan dengan waktu kejadiannya. Kedua, jumlah manusia yang percaya (beriman) apakah semakin bertambah atau berkurang yang pada akhirnya punah, habis ditelan bumi. Kedua parameter di atas dipenuhi oleh ramalan Joyoboyo, waktu yang panjang dan orang yang percaya semakin bertambah dan tidak terbatas di pulau Jawa saja.

baca selengkapnya

BLOG : RODA HUKUM

di sana ada DIALOG

MENJELANG AKHIR ZAMAN

 MENJELANG AKHIR ZAMAN

TIDAK HANYA SEKEDAR KASUS MENGENAI PEMBUNUHAN MANUSIA, NAMUN AKAN ADA KENAIKAN MENJADI LEBIH BESAR DALAM SEBUAH SISTEM PENINDASAN DI BUMI.

 

Jika hanya berdasarkan pada logika Darwinis saja mungkin tidak akan cukup bagi beberapa orang untuk memahami bahwa bencana yang mengerikan itu akan terjadi di dunia. Oleh karena itu, akan jauh lebih baik untuk menggambarkan lingkup bencana ini dengan menunjukkan bukti-bukti yang jelas dari sebuah sistem yang menindas di kehidupan manusia.

Hanya ada satu alasan untuk peningkatan luar biasa dalam kasus pembunuhan di banyak negara di dunia saat ini, kasus pembunuhan sudah menjadi sesuatu yang umum, karena banyak orang memandang pada fakta:  manusia tidak lebih dari hewan hanya berbeda spesies saja. Ada kasus seorang siswa yang menodongkan senjata ke guru dan siswa lain di salah satu negara di Eropa. Hal itu dilakukan atas dasar pemikiran bahwa mahluk yang lemah harus dihilangkan. Hal ini adalah sama dengan produk pola pikir, apabila ada orang yang pergi ke desa di Afrika dan menghapus keluar orang Afrika dari sana. Hitler, Stalin, Lenin, Mao dan Mussolini, yang sudah menumpahkan terlalu banyak darah, juga merupakan produk dari pola pikir itu. Titik awal untuk mereka semua itu adalah Darwinisme. Karena dalam logika Darwinis yang sesat, seseorang dianggap sebagai spesies yang tidak bertanggung jawab sama halnya dengan hewan, terutama jika ia telah dicap sebagai mahluk lemah dan tak berdaya oleh orang-orang dengan mentalitas Darwinis, maka mereka di anggap tidak pantas untuk tetap hidup. Memang, menurut logika memuakkan Darwinis, membunuh dan menghilangkan mereka adalah proses alami, bahkan bentuk “pemurnian” yang akan memungkinkan sebuah kemajuan.

Pembunuhan yang telah begitu meluas pada akhir-akhir ini, membunuh di anggap sebagai sesuatu yang sangat mudah dan pembantaian dianggap sebagai sesuatu normal. Penyebab dari semua ini adalah karena paham logika sesat Darwinis yang telah menyebar di seluruh dunia. Hal ini diungkap dalam hadits diturunkan dari Nabi Muhammad SAW. 1400 tahun yang lalu:

Akhir Zaman [Hari Kiamat] tidak akan didirikan sampai kenaikan kasus pembunuhan. (Kematian-Hari Kiamat-akhirat, hal 468) 

Imam Mahdi As. tidak akan muncul sampai orang yang tidak bersalah dibantai, dan dia akan muncul ketika orang yang di bumi dan di langit tidak dapat lagi disiapkan dengan pembantaian tersebut … (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al- Mukhtashar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal 37) 

Hadis diturunkan dari Nabi Muhammad SAW. juga laporan penyebaran amoralitas di saat menjelang Hari Kiamat:

Kiamat akan datang ketika perzinahan menjadi luas. (Ramuz al-Ahadith, 91 / 7)

Kiamat akan datang ketika perzinahan menjadi luas. (Sahih Bukhari) 

Hari kiamat tidak akan terjadi hingga mereka [orang fasik] berzinah di jalan [tempat] publik. (Ibnu Hibban dan al-Bazzar)

Kiamat mendekat ketika laki-laki puas dengan laki-laki dan wanita puas dengan wanita. (Mukhtasar Tazkirah al-Qurtubi)

Kiamat akan datang bila berzina dengan perempuan dilakukan tengah jalan. Tak seorang pun akan keberatan dengan ini. (Muhammad bin` Abd ar-Rasul Barzanji, Al-Isya Ashrat `ah-li as-Sa` ah, hal 142) 

Akhir Zaman akan menjadi prioritas ketika jabatan dan pemutarbalikan berkomitmen dilakukan secara terbuka dan bahkan disetujui oleh kalangan tertentu. Hal ini tentu saja tidak lepas dari pengaruh Darwinis yang sangat mengagungkan ideologi matrealis dan ideologi ini yang merupakan infrastruktur pokok untuk mencapai semua keburukan itu. Karena sejak awal ideologi Darwinis menolak kepercayaan kepada Allah SWT., tidak mengenal nilai-nilai moral dan memandang manusia sebagai spesies hewan maka wajar jika filsafat sesat ini, yang telah menyebar di seluruh dunia, akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan tersebut.

Pada Akhir Zaman, imoralitas dan kebiadaban harfiah akan dibenarkan di banyak negara, di bawah kedok “modernitas,” “keberanian” dan “kebebasan,” slogan utama propaganda ini. Memiliki pandangan dunia modern, mengikuti perkembangan saat itu dan bersikap terbuka terhadap hal baru adalah karakteristik yang sangat baik. Tapi Darwinis menipu dan menggunakan ini sebagai kendaraan untuk imoralitas dan degenerasi.

Suasana pada Akhir Zaman akan meluap dengan faktor-faktor yang memicu dan mendukung keruntuhan moral. Memang, tempat hiburan seperti bar dan klub malam telah benar-benar menjadi tempat yang menyebabkan amoralitas bagi berbagai sektor kehidupan. Membuat uang dari sektor prostitusi telah disahkan dan didukung oleh sejumlah negara. Ini dapat lebih mudah dimengerti dengan mempertimbangkan pengaruh buruknya pada berbagai sektor di negara-negara Timur Tengah sehingga mereka lebih selektif dan berhati-hati dalam membuat tempat-tempat hiburan. Di bawah pengaruh indoktrinasi dari berbagai kalangan, upaya yang dilakukan untuk menggambarkan homoseksualitas sebagai sesuatu yang sah dan biasa, dan ini benar-benar didorong di TV dan di pers tertulis. Berbagai masalah yang membuka jalan menyimpang ini, seperti hak homoseksual, asosiasi homoseksual dan perkawinan homoseksual dibahas cukup terang-terangan, dan penyimpangan ini bahkan dilindungi oleh hukum di beberapa negara. Amoralitas secara terbuka di berbagai saluran TV, di berbagai majalah, di banyak bagian dunia, menunjukkan hubungan di luar nikah, hidup dari prostitusi, homoseksualitas, perjudian, korupsi dan berbagai sampah lainnya. Hal ini menyebabkan masyarakat kurang menyadari sehingga masyarakat mengadopsi gaya hidup yang sama.

Penyebaran komprehensif prostitusi dan dorongan harfiah daripadanya oleh media visual dan tertulis adalah penting untuk menunjukkan skala yang mengerikan dari keruntuhan moral dalam Akhir Zaman. Kadang anak-anak yang sangat muda bahkan dipaksa menjadi pelacur oleh keluarga mereka sendiri. Orang-orang didorong untuk melakukan hubungan luar nikah, dan ini dianggap sangat normal oleh masyarakat. Indoktrinasi intensif sepanjang garis yang disediakan di TV, di film dan majalah atau koran. Anak-anak yang dihasilkan dari hubungan di luar nikah mendapatkan masalah sosial yang besar. Sejumlah besar anak-anak di terlantarkan setiap tahun, dan beberapa anak-anak ini menghabiskan hidup mereka di jalanan, dalam cengkeraman obat-obatan dan prostitusi. Gambaran mengenai Akhir Zaman ini digambarkan dalam hadits oleh Nabi Muhammad SAW. 1400 tahun sebelumnya:

Anak-anak dari perzinahan akan tumbuh jumlahnya. Banyak orang akan berzinah dengan perempuan di tengah jalan. (Muhammad bin Abd ar-Rasul Barzanji, Al-Isha’ah li Ashrat as-Sa’ah, hal 140.) 

Seperti telah kita lihat, banyak masyarakat di berbagai negara menganggap penyimpangan dan amoralitas sebagai sesuatu yang sah dan hal ini merupakan penutup yang sempurna untuk Darwinisme dalam menyebarkan kemarahan, perang dan memakan apa yang haram secara luas. Pada akhir zaman kita menyaksikan degenerasi moral yang komprehensif dan besar di karena penyimpangan mentalitas  telah tersebar di seluruh dunia. Semua kondisi yang diperlukan bagi keberadaan dan kelangsungan hidup masyarakat tak lagi terkendali pada Akhir zaman. Hal ini terjadi ketika masyarakat memiliki struktur sistim paham Darwinis.

Di bawah pengaruh media Darwinis di banyak negara, konsep mereka menggambarkan sebagai imoralitas dan mengutuk keras apa yang dianggap benar oleh orang pada 50-60 tahun yang lalu (tata karma, sopan santun, dan nilai agama). Kenyataannya, bagaimanapun, bahwa perzinahan adalah dosa kejahatan yang mengerikan dan dikutuk oleh Allah. Allah mengungkapkan dalam satu ayat:

Ini adalah tindakan tidak senonoh, cara yang jahat. (Surat al-Isra’, 32) (QS. Al-Isra ‘, 32) 

Segala Bentuk Kejahatan Akan Dikagumi di Akhir Zaman dan Dosa Akan Dianggap Sebagai sah 

Nabi kita Muhammad SAW. mengatakan bahwa di Akhir Zaman orang-orang kafir dalam masyarakat seluruhnya akan membalikkan punggung mereka pada nilai-nilai moral Al-Qur’an dan hal-hal yang melanggar hukum akan dianggap sah:

Imam Mahdi As. akan muncul setelah terjadinya fitnah keji seperti itu, dimana semua larangan dianggap sebagai sah. (Ibnu Hajar al-Haythami,-Mukhtashar fi Al-Qawl al `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal 23) 

“Hal-hal yang haram dianggap sah … adalah salah satu tanda Hari Pengadilan.” (Imam Sharani, Kematian-Hari Penghakiman-The akhirat, hal 454) 

Akhir Zaman akan tiba ketika segala macam tempat yang jahat mendominasi, dan saat ini sebenarnya yang diinginkan oleh bagian tertentu dari masyarakat. Di dalam Al-Quran, Allah menyarankan orang untuk berperilaku sesuai dengan hati nurani yang baik. Segala kejahatan dan keburukan ini akan menjadi kenyataan ketika semua kejahatan yang tersebar di masyarakat di lakukan secara sengaja dan mengajarkannya seolah-olah mereka hukum di sekolah-sekolah dan tempat kerja serta ide-ide sesat dianggap sebagai suatu kebenaran yang dibenarkan berkembang. Moral kebajikan, cinta, hormat, loyalitas, pemahaman, dan kerendahan hati digantikan dengan menipu, penipuan, kekejaman, keegoisan dan kepentingan pribadi. Dalam masyarakat di negara urusan atau hal yang buruk berlaku, perawatan atau hukum akan diambil alih untuk menjaga kejahatan-kejahatan yang dominan dan kuat serta banyak digunakan juga dibuat dari kebohongan. Kemunafikan mendominasi di mana-mana dalam masyarakat yang mengalami keruntuhan moral ini. Ketidakamanan ditimbulkan oleh karena kemunafikan dan kepentingan pribadi (keegoisan) di mana-mana.

Iri hati (cemburu) pasti di barisan terdepan. Hal ini bahkan didorong dalam masyarakat sebagai manifestasi cinta. Sementara kerendahan hati yang dipuji dalam Al Qur’an, namun masyarakat dianjurkan untuk menjadi arogan dan meremehkan serta menindas satu sama lain. Salah satu konsekuensi terburuk dari hal ini adalah penyebaran agresi, keserakahan, dan kurangnya kasih sayang.

Namun Allah yang Maha Kuasa kepada kita atas posisi orang sombong, berfirman:

Adapun kaum ‘Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS. Al-Surah Fussilat, 15) 

Nilai-nilai moral Al-Quran memberitahukan semua orang untuk mencintai satu sama lain dan memegang hak-hak mereka atas mereka sendiri, tetapi gagasan kelangsungan hidup yang kuat dan diuntungkan dengan membawa ideologi Darwinis telah menjadi menetap di masyarakat. Bagi mereka, ada iklim perjuangan sampai mati. Cara berpikir mereka keliru, “Manusia adalah satu spesies hewan. Untuk kata lain, manusia juga harus hidup oleh hukum rimba dunia.” Logika ini datang dan mendominasi di masyarakat adalah salah satu bukti bahwa masyarakat di Akhir Zaman akan berbeda dan lebih bermasalah dibandingkan dengan waktu lain .

Logika Darwinis bahkan telah pergi begitu jauh dengan mempertahankan perkosaan itu adalah “sangat perilaku alam” yang telah diturunkan dari leluhur manusia yaitu hewan. Menurut mereka, pemerkosaan dan homoseksualitas merupakan produk dari seleksi alam. Ketika setiap penyimpangan dianggap berasal dari anggapan yang “alami” maka ha ini menyebabkan mereka mudah untuk membenarkan sesuatu melalui saran palsu. Dalam mengindoktrinasi beberapa orang, cara mereka adalah dengan mengubah pola fikir atau faham mereka dari kenyataan bahwa penyimpangan semacam itu melanggar hukum dan tidak bermoral serta membuat mereka berpikir ini adalah bentuk alami dan genetik perilaku yang telah turun dari seharusnya leluhur mereka sehingga membuatnya sangat mudah untuk menyebarkan kejahatan tersebut.

Namun semua penyimpangan yang melanggar hukum dalam Al-Quran. Our Almighty Lord says: Tuhan kami Maha Kuasa mengatakan:

”Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia? dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Ash-Shuara, 165-166)  sumber

Nama-Nama Setan

13 Nama-Nama Setan

 

1. Lucifer
Dalam bahasa Latin, kata “Lucifer” yang berarti “Pembawa Cahaya” (dari lux, lucis, “cahaya”, dan “ferre”, “membawa”), adalah sebuah nama untuk “Bintang Fajar” (planet Venus ketika muncul pada dini hari). Lucifer menurut kisah-kisah dulunya adalah malaikat namun akhirnya diturunkan ke bumi karena menentang Tuhan. tetapi sebenarnya kata Lucifer ini tidak ditemukan dalam alkitab, kata ini muncul ketika St. Jerome pertama kali menterjemahkan alkitab bahasa Ibrani ke bahasa Latin yang dikenal dengan istilah vulgata. Terlepas ada atau tidak adanya sosok Lucifer ini, diyakini sebagian besar aliarn Kristiani bahwa ini adalah salah satu “archangel” yang memberontak.

2. Mammon
Mammon adalah iblis keserakahan, kekayaan dan ketidakadilan. Orang-orang yang menyembah Mammon yang setara dengan orang-orang rakus pada uang. Ini gambaran Mammon sedang menahan uang/harta di pangkuannya (itu artinya pelit) dan menginjak kepala seseorang (itu bisa diartikan menginjak penyembahnya atau bisa pula sedang menginjak orang lain untuk kekayaannya). Kata mammon kita temukan didalam alkitab

Matius  6
6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Mamon berasal dark bahasa Yunani, yaitu mamonas yang berarti uang atau kekayaan, namun kata ini juga memilki hubungan dengan istilah aram yaitu “aman” which is juga sama artinya dengan bahasa indonesia aman.

3. Asmodeus
Asmodeus dalam istilah Ibraninya adalah אשמדאי‎ Ashmedai, ini hanya akan kita temukan didalam kitab deuterokanonika, yaitu didalam kitab Tobit dan juag tertulis didalam talmud. Asmodeus sering dilambangkan sebagai setan nafsu dan karena itu bertanggung jawab untuk memutar hasrat seksual orang. Dia membawahi tujuh puluh dua pasukan setan di bawah komandonya. Dia adalah salah satu raja neraka di bawah Lucifer.
Dia digambarkan muncul dengan tiga kepala, yang pertama adalah seperti banteng , yang kedua seperti laki-laki dengan mahkota, dan yang ketiga seperti domba jantan. Dia memiliki ekor ular , dan dari mulutnya mengeluarkan api. Selain itu, ia duduk di atas sebuah neraka naga , memegang tombak.

4. Leviathan 
Leviathan adalah salah satu dari tujuh pangeran dari neraka dan pintu neraka ada di mulutnya (Hellmouth ). Leviathan identik dengan rakasa laut besar. Santo Thomas Aquinas mengambarkan leviathan sebagai demon of envy alias iri atau dengki akan sesuatu hal.

5. Beelzebul
Yunani Βεελζεβουλ – beelzeboul, berasal dari bahasa Aram yang dihubungkan dengan bahasa Ibrani בעל זבוב – BA’AL ZEVUV yaitu kata בעל – BA’AL yang berarti בעל – BAAL atau tuan dan kata זבוב – ZEVUV, lalat. BEELZEBUL, harfiah “majikan dari lalat” adalah ilah orang Filistin yang disembah di kota Ekron dalam Perjanjian Lama.

6. Satan 
שטן – SÂTÂN, dengan makna yang sama yaitu LAWAN, SETERU, MUSUH.

7. Belphegor
Belphegor didalam alkitan ialah dewa sesembahan bangsa asyur yang dikenal dengan Baal Peor

Ulangan 25:3 Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel

Digambarkan dalam dua model berbeda: sebagai seorang wanita muda yang cantik ketika di dunia atau sebagai iblis berjenggot mengerikan dengan tanduk dan kuku yang tajam.
Dia sering dikatakan juga sebagai iblis kekayaan yang didapat dengan licik. Dia mendorong seseorang untuk mendapatkan kekayaan dengan cara mudah dan jika perlu dengan menipu.

8. Lillith (kuntilanak)

Orang Yahudi — menurut Talmud Babilonia Megilla — dilarang menyapa temannya di malam hari karena kuatir kalau-kalau mereka menyapaלילית – “LILIT”, hantu cewek alias kuntilanak yang biasanya nongol di malam hari. Kata lilith kita temukan didalam kitab yesaya 34:14
Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian
וּפָגְשׁוּ צִיִּים אֶת־אִיִּים וְשָׂעִיר עַל־רֵעֵהוּ יִקְרָא אַךְ־שָׁם הִרְגִּיעָה לִּילִית וּמָצְאָה לָהּ מָנֹֽוחַ׃
Translit, UFAGSYU TSIYIM ET-IYIM VESA’IR AL-RE’EHU YIKRA AKH-SYAM HIRGIA LILIT UMATSAH LAH MANO’AKH

9. Jin’
Berbeda dengan kepercayaan lain, Yudaisme/Kekristenan tidak mempunyai kepercayaan adanya Jin Mukmin dan ada Jin Kafir, pengertian JIN menurut data-data Biblika, sebagai berikut :
‘Jin ( שעיר – SA’IYR, Ibrani), artinya ‘yang berbulu’, ‘kambing jantan’. ” שעירים – SE’IRIM” dalam kepercayaan semitis-kuno adalah dewa-dewa yang mempunyai rupa kambing-jantan. Korban-korban dipersembahkan bagi mereka di tempat-tempat yang tinggi, di gunung2/bukit2, dengan imam-imam yang khusus melayani upacara keagamaan itu (2 Tawarikh 11:15).

10. Roh jahat
Istilah roh ponêros (πονηρος – ponêros) roh-jahat, dan roh akathartos (ακαθαρτος – akathartos) roh najis dan roh jahat (devil, KJV) (δαιμονιον – daimonion), nampaknya sama.
Kelihatannya ihwal moral tidak tercakup dalam kasus roh jahat, sebab orang yang kerasukan tidak dikucilkan dari rumah sembahyang. Roh nampaknya disebut jahat jika menimbulkan akibat yang merusak, seperti penyakit, tetapi penderita sendiri tidak dipandang jahat atau najis. Roh jahat itu harus ditolak dan dikalahkan. Yesus sendiri mengeluarkan roh jahat dari diri penderita 

11. Legion
Dinamai “LEGION” sebab jumlah roh jahat yang memasukinya banyak, tapi tidak dihitung, lihat Markus 5:13: 2,000 ekor babi. Karena roh jahat itu tidak mau memperkenalkan dirinya, barangkali sebagai gantinya ia menyatakan jumlahnya. Juga roh jahat lebih suka berada secara berkelompok atau dalam pasukan

12. Appolion
Kitab Wahyu menyebut “apolluôn” atau yang kadang ditrasliterasikan dengan “apollyôn”, sebagai malaikat jurang maut yang berkuasa atas para korbannya. Jurang itu sendiri dipahami sebagai abussos yang berarti tanpa alas, bagian terdalam atau dunia terbawah tempat para malaikat menghukum dan membinasakan manusia yang tidak beriman teguh kepadaAllah.
Beberapa penafsir Kitab Suci mengaitkannya dengan dewa Apollo dalam mitologi Yunani yang diceritakan sebagai dewa kematian, perusak (verderber, wabah sampar, matahari, musik, puisi, tentara, penggembala, dan dewa para tabib (The Anchor Bible Dictionary I, 301-302). 

13. Belial
Paulus menyampaikan maksud satanas secara dualis dalam kata beliar, yaitu dalam arti pemimpin kuasa kegelapan yang tidak dapat bersatu dengan “Terang” atau dalam arti kuasa jahat yang mengakibatkan manusia memuja berhala sekaligus hidup dalam perzinahan (The Anchor Bible Dictionary 34 , vol.1, 654-656)

 

 

 

PERANG DUNIA III

ALAMAT PERANG DUNIA III

War on Iran Would Mean World War III | Global Research TV
www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=28964
Posted on: January 30, 2012 … The author of the book Towards a World War Three Scenario, The Dangers of Nuclear War … “The WWIII scenario is unthinkable.

Link diatas mengatakan perang dunia III diambang pintu. artikel ini saya coba terjemahkan, dan saya coba ingatkan bahwa menurut saya semua ini menuju persiapan pemerintahan Tunggal. Orang diyakinkan bahwa untuk terjadinya hidup damai tanpa perang, maka harus ada global authority atau kekuasaan tunggal.

Saya percaya ini bersangkut paut dengan 18 lembar dokumen dari vatican yang saya postingkan dua hari lalu dimana vatican menganjurkan adanya kekuasaan tunggal untuk mengatasi global krisis dunia yang saya percaya diciptakannya sendiri. (Hegelian dialectic yang merupakan strategy utamanya terlihat jelas disini)

Persiapan militer  dan ekonomi sanksi terhadap Iran dirancang untuk melancarkan perang global dari Mediterania ke Cina dengan konsekuensi yang diluar akal sehat, kata Michel Chossudovsky, Direktur Pusat Penelitian Globalisasi.

Ketegangan antara Iran dan Barat yang mendekati tingkat krisis. Dengan bantuan besar-besaran dari media Barat, Iran telah menjadi   akar segala kejahatan di benak banyak orang Barat.

Penulis buku Menuju Skenario Perang Dunia Tiga,  mengatakan kepada RT bahwa “isu senjata nuklir Iran adalah masalah sepele,, tapi ini  bisa membawa kita ke skenario WWIII.” Ia juga menceritakan semua basis militer Amerika  dekat perbatasan Iran dilengkapi senjata nuklir.

Michel Chossudovsky mengatakan  bahwa beberapa minggu lalu, Sekretaris Pertahanan Amerika Leon Panetta mengatakan pada  CBS bahwa Iran tidak memiliki, atau sedang mengembangkan senjata nuklir. Panetta tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah Iran.

Tapi mengingat persiapan militer AS di sekitar Iran, pernyataan ini hanya tipuan belaka .

Pekan lalu, negara Uni Eropa mengadopsi serangkaian  sanksi yang belum pernah terjadi terhadap Republik Islam ..

Ini termasuk embargo lengkap pada pasokan minyak dari Iran, dan diharapkan mulai berlaku pada bulan Juli.

“Apa yang kita saksikan di sini adalah persiapan  terhadap konfrontasi militer.Michel C merasa,  Sanksi ini merupakan pementasan dari agenda militer. Perlengkapan perang amerika, tentara2 mulai dikirim ke israel dan   pasukan ankatan laut mulai masuk teluk persia.

Michel Chossudovsky percaya bahwa “Apa yang Amerika Serikat dan sekutunya lakukan  sekarang, adalah semacam lampu hijau  untuk perang.”

Pada hari Senin, para inspektur nuklir PBB memulai misi tiga hari untuk memeriksa kegiatan atom Iran.

Teheran mengatakan pembicaraan dengan Badan Energi Atom Internasional, yang pertama dalam lebih dari tiga tahun, akan membuktikan program nuklirnya adalah murni damai.

Dengan kunjungan para pemeriksa IAEA, Iran memainkan kartu diplomatik, Chossudovsky percaya. IAEA tidak  dikontrol secara politik , jadi setelah itu menegaskan program nuklir Iran memiliki tujuan damai, ini harus menghentikan niat agresif Barat.

AS perlu pernyataan bertentangan dari IAEA untuk menggunakan ini untuk transisi  militer.

Michel c menganggap
“Perang ini telah dimulai. Ada serangan pesawat tak berawak, ada tentara khusus [Amerika]  di Iran dan ada perang keuangan,

Rencana untuk menyerang Iran muncul segera setelah invasi ke Irak, Chossudovsky menginformasikan, dengan persiapan militer dimulai sekitar 2005, jadi sekarang segala sesuatu harus siap dan di tempat untuk konflik militer berskala penuh.

“Skenario WWIII ini akan menyebar dari Meditarranean ke perbatasan Cina.. Ini mungkin bisa termasuk Rusia dan China,” kata Michel Chossudovsky. “Kita bisa menemukan diri kita di persimpangan jalan yang sangat kritis.”

Continue reading “PERANG DUNIA III”

Atlantis di Indonesia?

Atlantis di Indonesia?

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung  Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

sumber : mistery indonesia

GERAKAN MENUJU INDONESIA BARU

 MENUJU INDONESIA BARU

 

Untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera secara merata maka dibutuhkan adanya suatu gerakan yang bersifat frontal dan menyeluruh disemua lini dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan pertahanan keamanan. Gerakan itu kita sebut sebagai Gerakan IndonesiaRaya (GERINDRA)


Indonesia memiliki banyak putera-putera terbaik bangsa yang cerdas dan pandai, hanya saja kebanyakan dari mereka tidak amanah. Kepercayaan yang diberikan oleh Negara terkadang mereka salah gunakan dan umumnya mereka bermental korup. Akibatnya, seperti yang kita lihat dan saksikan bersama, Indonesia yang telah merdeka selama tujuh dekade masih saja terkebelakang dalam keadilan sosial, hukum dan ekonomi belum merata dinikmati oleh rakyat Indonesia. Meski begitu, Indonesia adalah bangsa yang selalu ber”untung”. Ini disebabkan karena setiap hari ada saja anak laki-laki yang lahir dan diberi nama Untung oleh orang tuanya. Yah, kita juga bisa katakan bahwa kita masih untung  karena masih ada Partai Keadilan meski kita tidak tahu “apa” dan “bagaimana” perjuangan mereka yang sebenarnya. Sesungguhnya rakyat Indonesia sudah jenuh dengan janji-janji yang pada akhirnya hanyalah sebuah fatamorgana.


Untuk menuju Indonesia baru maka bangsa Indonesia harus bangkit sebagaimana yang diinginkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan harus tetap terus berjuang menegakkan demokrasi sebagaimana harapan Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan agar rakyat Indonesia menghargai nilai-nilai demokrasi. Nilai demokrasi yang paling mendasar adalah kebebasan untuk menyatakan pendapat, kebebasan untuk berserikat dan berkumpul. Meski kebebasan ini dijamin oleh undang-undang, kita sebagai warga Negara yang baik harus juga tahu apa yang menjadi hak-hak kita dan apa yang menjadi kewajiban kita. Itulah demokrasi sejati sebagaimana yang diharapkan oleh Partai Demokrat. Kita musti kompak dan bersatu secara nasional untuk menjadi demokrat sejati. Dengan begitu, restorasi sebagaimana yang dicanangkan oleh Partai Nasional Demokrat dapat kita wujudkan bersama-sama.


Janganlah menunda waktu. Mulailah sekarang dan laksanakan berdasarkan hati nuranimu. Hati nurani rakyat. Mari kita serentak dan serempak melaksanakannya secara nasional mengamanahkan kepada diri kita masing-masing, sebagaimana yang diinginkan oleh Partai Amanah Nasional.  Marilah kita beri karya-karya terbaik kita untuk bangsa dan Negara tercinta sebagaimana harapan Partai Golongan Karya. Meski kita beda golongan akan tetapi kita tetap menjaga nilai persatuan kita untuk pembangunan Indonesia Raya. Jika ini bisa kita capai maka tercapailah cita-cita dan harapan Partai Persatuan Pembangunan.
Marilah kita bersatu padu, bersama-sama mendukung Gerakan Indonesia Raya. Kelak, dunia akan melihat Indonesia adalah matahari yang bersinar terang. Teriknya tidak menyengat kulit karena rakyat Indonesia berteduh dibawah pohon beringin. Gerakan menuju Indonesia Baru akan tercapai bila kita semua telah memahami makna hakikat dan jati diri kita sendiri dalam konteks berbangsa, bernegara dan berketuhanan.


Dalam hukum tata Negara kedudukan kita adalah rakyat biasa saja. Kedudukan yang paling rendah tentunya. Ada adagium yang menyatakan “suara rakyat adalah suara Tuhan”. Itulah yang menandakan kemuliaan kita sebagai rakyat biasa dimana kedaulatan sebuah bangsa dan Negara ada di tangan rakyatnya. Itulah hakikat diri kita yang sesungguhnya.


Tidak kalah pentingnya bagi kita semua untuk memahami jati diri kita masing-masing bahwa di mata Tuhan sesungguhnya kita ini adalah pemimpin minimal memimpin diri kita sendiri. Jika kita telah berhasil memimpin diri kita maka kita juga harus berhasil memimpin keluarga (anak dan isteri) kita masing-masing karena mereka itu adalah rakyat yang dititipkan Tuhan kepada kita.


Dan kepada para penyelenggara Negara (eksekutif, legislatif dan yudikatif) janganlah berlaku seperti seorang pecundang. Segala bentuk-bentuk kecurangan, kebohongan, kepongahan dan keculasanmu kelak akan berdampak kepada keluargamu (isteri, suami dan anak-anak) mu sendiri. Di dunia ini !!!

Para leluhur-leluhur kita pernah menyampaikan pesan bahwa satu masa Indonesia akan masuk kedalam masa kejayaannya. Masa keemasannya. Itulah masa Indonesia Baru. Indonesia dibawah kepemimpinan baru. Pemimpin baru. Mungkin saja pemimpin baru itu telah ada di tengah-tengah kita, di tengah rakyat yang tertindas dan hidup melarat dihimpit kemiskinan struktural. Pemimpin baru itu akan muncul dengan cara dia sendiri, tanpa dibantu oleh siapa-siapa kemudian merubah hukum tata Negara kita dan menempatkan rakyat dalam kedudukannya yang sebenarnya yaitu kemuliaan yang sejati sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan semesta alam.

 

Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi

Petunjuk Al-Qur’an Tentang

Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi

Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?

1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.

2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.

Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.

3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.

4. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.

5. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.

6. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.

7. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.

Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.

Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).

Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab.

sumber : http://misteridunia.wordpress.com

Oleh: Bpk. Yudi N. Ihsan

Kemunculan Satrio Piningit (Skenario Tuhan atau Konsep Manusia)

Kemunculan Satrio Piningit (Skenario Tuhan atau Konsep Manusia)

Sri Aji Joyoboyo memprediksi pemimpin kepulauanNuswantoro yang berikutnya selama berabad-abad ditunggu oleh orang-orang yang mengharapkan mimpinya kehidupan adil dan makmur menjadi kenyataan. Dan hal ini bisa terjadi hanya dengan kehadiran pemimpin atau pemimpin yang disebut “Ratu Adil” yang memerintah negara ini dengan adil dan bijaksana seperti yang anda inginkan dan orang-orang pada umumnya suatu hari nanti.

Dari yang sarjana Hindia Belanda telah dirumuskan dan dianggap “Ratu Adil” hanya mitos dan pernyataan budaya yang turun-temurun selalu diiingat setiap saat oleh orang-orang biasa yang tidak mendapatkan kemakmuran dan keadilan dari negara mereka sendiri. Para sarjana Belanda yang ahli pada isu-isu budaya Hindia Belanda sudah seharusnya berpendapat bahwa Ratu Adil adalah mitos dengan alasan yang hanya Belanda dan pemerintah Hindia Belanda sendiri adalah mutlak dan berhak untuk menjadi Ratu Adil. Sementara para pemimpin pribumi tidak harus menjadi kesempatan untuk kembali memiliki pemimpin dan negara itu sendiri sebagai “Ratu Adil” bagi rakyat nuswantoro.

Prediksi Joyoboyo tentang sosok Satrio Piningit atau adil ratu benar-benar luar biasa dan terjadi hanya pada saat yang luar biasa, dan tampaknya itu hanya bisa terjadi puluhan atau ratusan tahun kemudian di masa depan. Namun, “Ratu Adil” Joyoboyo yang tidak selalu mengarah pada sosok pemimpin. Ratu Adil itu bisa berarti sistem pemerintahan republik kepulauan, yang telah menulis undang-undang, dan peraturan konstitusional sempurna. Dan tentu saja negara kepulauan Nuswantoro yang sempurna dengan sistem pemerintahan yang misalnya: sistem demokrasi sosialis, Pancasila, atau sistem yang akan menjadi “Ratu Adil” jika Anda benar-benar berjalan dengan baik, adil dan bijaksana – sesuai dengan maksud dan Tujuan pendirian negara diwujudkan dalam konstitusi dan berbagai peraturan tambahan.

Jika Joyoboyo meramalkan Ratu Adil sebagai sistem negara, maka pewaris Joyoboyo Ronggowarsito lanjut memprediksi orang pemimpin Nusantara langsung yang memimpin negara sebanyak tujuh Satrio Piningit. Satrio Piningit Enam telah berturut-turut diperintah, sehingga yang tersisa Satrio Piningit ketujuh “Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu”. Satrio Piningit Joyoboyo hanya akan muncul dalam keadaan darurat “perang” di Nusantara. Sementara Satrio Piningit ketujuh Ronggowarsito dapat muncul setiap saat tanpa menunggu perubahan usia atau keadaan darurat apapun. Siapapun yang muncul untuk memimpin sebagai “Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu” dalam beberapa tahun ke depan akan mengubah negara kepulauan Nuswantoro yang carut marut ini yang menjadi negara “Ratu Adil” menjadi benar-benar mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat mereka. Dan tentu saja Satrio Piningit mampu bertindak tegas untuk menghukum mereka yang melakukan tindakan sewenang wenang kepada yang lemah yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan secara individu ataupun masal.

Salam Rahayu sedoyo Sederek

Saya sangat berharap Saudara sekalian bisa menorehkan tulisan mengenai hal yang sifatnya berhubungan dengan kemunculan Satrio Piningit ini. meski berupa Mimpi Tafsiran Penglihatan Wangsit atau sekedar tafsiran.

Rasa wes karasuklagi.
Kesuk lawan kala mangsanipun
Kawises kawasanira Hyang Widhi
Cahyaning wahyu tumelung
Tulus tan kena tinegor

Kelak (sesudah berakhirnya jaman Kalabendu pada tahun windu kuning kencana) memang telah tiba masanya datang jaman Kebaikan di bumi manusia, hal itu tidak dapat dihindarkan oleh siapa pun karena takdir dan kehendak Tuhan (Sang Hyang Widhi).

copy : https://akigendengbanget.wordpress.com

SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL 

Asal Usul Yahudi ~ Bani Israel

Copy : http:/pustaka-juned.blogspot.com

Nama Yahudi Bani Israel dan Asal Usul Mereka

Kebanyakan ahli sejarah sepakat bahwa penamaan Bani Israel dengan kaum “Ibrani” karena peristiwa penyeberangan Ibrahim a.s. melintasi sungai Eufrat. Pendapat ini diperkuat dengan apa yang termaktub di dalam Kitab Joshua:
“Demikianlah Tuhan Israel berfirman tentang penyeberangan sungai itu, di mana leluhur kalian tinggal sejak dahulu kala, dan bapak Ibrahim dan bapak Nahur, menyembah tuhan-tuhan lain. Maka Aku bawa Ibrahim menyeberangi sungai itu dan berjalan di tanah Kana’an.” 14)
Majalah al-‘Arabi Kuwait memuat sebuah artikel yang ditulis oleh Pendeta Ishak Salka dengan judul Ma’nâ at-Tasmiyât li asy-Syu’ub as-Sâmiyah ats-Tsalâtsah al-Kubrà” (Arti Nama-nama Tiga Bangsa Semit Besar). Dalam tulisannya tersebut ia mengatakan, “Nama tersebut (Ibrani) tidak muncul kecuali setelah Ibrahim a.s. menyeberangi sungai Eufrat.” 15) Pendapat ini adalah pendapat yang paling mendekati kebenaran daripada pendapat-pendapat lainnya.
Sedangkan sebutan “Orang-orang Israel (Isra’iliyyIn)” atau “Bani Israel” adalah sebutan yang dinisbatkan kepada bapak mereka, Israel, yakni Yakub ibn Ishak ibn Ibrahim a.s. Israel adalah kalimat yang terdiri dari dua kata : isra, yang artinya hamba atau teman dekat, dan el, yang artinya Tuhan. Maka arti Israel adalah hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. Dan dalam kebanyakan bahasa Semit, bukan hanya dalam bahasa Ibrani, kata El selalu bermakna Tuhan’ 16)
Yakub a.s. memiliki dua belas anak laki-laki. Al-Quran menyebut kisah Yakub dan anak-anaknya ini di berbagai tempat, di antaranya di dalam surah Al-Baqarah ayat 133:
“Adakah kalian hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
Sedangkan penamaan mereka dengan “Yahudi” muncul di saat mereka bertobat dan menyembah anak sapi. Mereka berkata, “Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS. A1-A’râf: 156) Artinya, kami bertobat dan kami kembali kepada-Mu.
Menurut sebuah riwayat, mereka dinamakan Yahudi kareiia mereka bergerak-gerak (yatahawwad) ketika membaca Taurat. Menurut riwayat lain, mereka dinamakan Yahudi karena dinisbatkan kepada Yehuda, anak keempat Yakub a.s., yang nama aslinya adalah Yehuza, pemimpin bagi sebelas anak Yakub lainnya. Beberapa ilmuan membenarkan pendapat mi.’ 17)
Dr. Jawwad Ali mengatakan, “Istilah ‘Yahudi’ lebih luas maknanya daripada istilah ‘Ibrani’ dan ‘Bani Israel’. Hal ini karena istilah ‘Yahudi’, selain disematkan kepada kaum Ibrani, juga disematkan kepada orang-orang non-Ibrani yang memeluk agama Yahudi.” 18)
Sedangkan mengenai asal usul Yahudi, mereka termasuk bangsa Semit. Beberapa pemerhati bahasa-bahasa Timur Dekat menemukan beberapa kesamaan yang jelas antara mereka dan bangsa-bangsa Semit lainnya, seperti Babilon, Assyria, Kana’an, Aram, Habasyah, Nabath, Arab dan lain sebagainya. 19)

Mereka berasal dan Ibrahim a.s., yang memiliki kedudukan istimewa bagi tiga agama besar dunia: Yahudi, Nasrani dan Islam. Ibrahim a.s. adalah salah seorang nabi agung dalam sejarah manusia, karena ia berjuang mengajak kepada tauhid dan akidah ketuhanan. Seluruh hidupnya adalah serial pengorbanan dan keikhlasan di jalan Tuhannya. Jika kita perhatikan ayat-ayat al-Quran, kita akan menemukan di sana beberapa peristiwa besar perjuangan Ibrahim dalam merealisasikan akidah di tengah-tengah kaumnya, yang dilakukan dengan segenap keberanian, didasarkan pada argumentasi rasional dan penuh pengorbanan.
Al-Quran seolah meminta kita untuk sejenak memperhatikan beberapa. sifat Ibrahim a.s. Allah berfirman, “Sesungguhnya Ibahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan.” (QS. An-Nahl: 120) Ia sendiri adalah “umat” yang memiliki semua sifat mulia dan luhur.

Al-Quran juga mengatakan Ibrahim sebagai, “Patuh kepada Allah.” (QS. An-Nahi: 120) Yakni seorang yang khusyu, berserah diri, taat dan mencintai Allah Tuhan semesta. Allah juga mengakatakan Ibrahim dengan, “Hanif (cenderung kepada kebaikan). Dan sekali-kali dia bukan termasuk orang-orang yang mensekutukan (Tuhan).” (QS. AnNahl: 120) Yakni seorang yang mengesakan Allah dan ikhlas kepada-Nya. Allah juga mengatakannya dengan, “(Lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah.” (QS. An-Nahl: 121) Yakni seorang yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah. Allah juga mengatakannya dengan sifat agung yang dimiliki setiap nabi, “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qurcin) ini.

Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi.” (QS. Maryam: 41) Sebuah penegasan tentang kejujuran dan kedalaman perkataannya. Allah juga mengatakannya dengan sifat yang paling baik di antara sifat-sifat lain, sebuah sifat yang dibutuhkan setiap manusia dan saudaranya, manusia lain, yakni sifat amanah. Allah berfirman, “Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS. An-Najm: 37) Yakni seorang yang amanah, menunaikan segala perintah Tuhannya dan taat pada setiap nilai dan keimanan. Oleh karena itu, nabi yang mulia mi berhak menyandang karunia Allah berikut: “Allah telah memilihnya dan menunjukkan kepadanya jalan yang lurus.” (QS. An-Nahi: 121)

Jangan Takut dengan Hantu

Jangan Takut dengan Hantu

(Ini Logikanya)

Mungkin ada banyak diantara kita yang merasa “TAKUT” dengan objek yang bernama HANTU. Hantu sebenarnya adalah kata yang dikonotasikan dengan sesuatu objek mistis yang berada diluar kekuatan manusia dan sangat seram bentuknya. Mainset berfikir seperti inilah yang sebenarnya melemahkan manusia secara mentalitas dan akhirnya pola fikir seperti ini mendarah daging hingga ke anak cucu mereka. Seolah-olah hantu itu menjadi obyek yang patut ditakuti.

Jangan Takut dengan Hantu (Ini Logikanya)
Hantu bagi beberapa orang juga disebut setan, hal ini makin dijerumuskan dengan banyaknya media-media yang mengaburkan secara eksklusif definisi dari setan atau syaitan. Jika Anda takut dengan setan itu adalah hal wajar, karena setan lebih diorientasikan dengan sifat atau perilaku atau perbuatan. Pada Qur’an Surat An-Naas yang secara komplit adalah sebagai berikut.

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

Arti dari Kalamullah tersebut bermakna bahwa setan adalah representasi dari perilaku manusia atau jin yang membisikkan kejahatan kepada manusia. Dengan kata lain, setan bisa jadi adalah diri kita tatkala kita berperilaku jahat atau sesat. Jadi jelaslah bahwa hantu dan setan adalah hal yang berbeda.

Setelah kita sudah tahu apa itu setan, sekarang kita fokus kepada kata hantu. Hantu kemungkinan besar merupakan penjelmaan dari jin atau iblis yang mencoba menakut-nakuti manusia. Namun apakah Anda akan tetap terpuruk dengan mainset berfikir cengeng dan akan terus takut dengan hantu. Berikut adalah beberapa hal logis yang dapat menyangkal ketakutan kita tentang hantu.

Jangan Takut dengan Hantu (Ini Logikanya) :

Hukum Kausalitas (Sebab-Akibat)
Ingatlah, bahwa kecil kemungkinan sebuah benda itu bergerak tanpa adanya gaya, atau secara gamblangnya apakah kita akan diganggu kalau kita tidak mengganggu?
Selama kita berperilaku baik, InsyaAllah dengan lindungan Tuhan Yang Maha Esa kita akan terhindar dari berbagai gangguan setan dan juga hantu.

Hukum Materi (Fisik Benda)
Segala sesuatu yang ada didunia ini merupakan materi yang dapat bertumbukan. Begitupula jika hantu itu menampakkan diri di dunia, berarti dia merubah dirinya dari imateri menjadi makhluk materi. Setiap materi pasti dapat disentuh, jadi jangan berfikir seperti di televisi yang menayangkan kebohongan besar bahwa hantu yang menampakkan diri didunia tidak bisa disentuh atau tembus pandang. Jika memang hantu menjadi makhluk materi (benda), maka jikalau batu dilemparkan kepada hantu yang menakuti tersebut pastinya akan memberikan benturan pula.

Perbedaan Habitat
Ingatlah bahwa dunia itu adalah alam manusia. Selain dari manusia berarti dunia bukanlah alamnya, termasuk para jin atau iblis yang mengubah diri menjadi setan.
Secara hukum alam, barangsiapa yang keluar dari habitatnya maka objek tersebut berada pada kondisi lemah. Seperti halnya ikan, secara umum ikan berada di habitat air, namun jika ikan dibawa ke darat maka ikan akan berada pada kondisi terlemah dan mudah sekali dikalahkan. Begitupula dengan hantu, jika memang hantu memunculkan diri pada alam dunia, maka hantu itu pada kondisi terlemah dan mudah dikalahkan.

Yang kita lawan adalah rasa takut kita, bukan hantunya!

Jangan Takut dengan Hantu, kita sebagai manusia memiliki rasa takut , dan rasa takut itu ada pada diri kita sendiri.
sumber

SALAH FAHAM TERHADAP POLIGAMI SEBUAH TELAAH KRITIS TERHADAP ALQUR’AN

SALAH FAHAM TERHADAP POLIGAMI

SEBUAH TELAAH KRITIS TERHADAP ALQUR’AN

Anda beragama Islam ?. Anda ingin berpoligami ?. Silahkan!. Akan tetapi jangan anda katakan “karena menjalankan perintah agama”

Anda pengikut nabi Muhammad?. Anda ingin berpoligami?. Silahkan!. akan tetapi jangan anda katakan “karena mengikuti sunnah (yang dilakukan) nabi Muhammad SAW.

Bukan hanya orang awam saja, tapi kebanyakan orang yang ahli agama, ulama, ustaz, kiyai yang melakukan poligami dengan memperatasnamakan karena perintah agama, karena dianjurkan dalam alqur’an. Bahasa klise yang paling sering terdengar adalah karena mengikuti sunnah nabi. Alasan-alasan diatas semata-mata guna menjustifikasi atau melegalkan atau membenarkan tindakannya untuk melakukan poligami. Sungguh sebuah kekeliruan yang nyata sebagai akibat dari kesalahan dalam memahami agama (alqur’an).

Jika anda ingin berpoligami, silahkan tapi jangan pernah mengatakan atas dasar perintah agama. Katakanlah yang sebenarnya bahwa sesungguhnya anda tidak memiliki kemampuan untuk menahan atau mengendalikan nafsu syahwat (birahi) anda. Inilah argumentasi yang paling tepat yang anda harus kemukakan. Lebih celaka lagi kalau anda katakan karena mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW.

Jika alasan ini yang anda sampaikan maka dapat dipastikan bahwa anda adalah orang yang betul-betul telah dibutakan hatinya oleh Allah SWT. Anda telah memutarbalikkan fakta yang sebenarnya

MONOGAMI

Nabi Muhammad SAW adalah pelopor utama monogami. Pada usia 25 tahun beliau memperistri seorang wanita janda kaya bernama Khadijah binti Khuwailid yang telah berusia 40 tahun. Untuk ukuran seorang wanita, tentu saja Khadijah telah memasuki usia senja. Beliau sangat menghormati dan menghargai istrinya. Saling mengasihi dan saling menyayangi selama 18 tahun hingga maut memisahkan mereka. Khadijah meninggal dunia disaat masa kerasulan Muhammad memasuki tahun yang ketiga. Hampir merata orang-orang ArabJahiliyah melakukan poligami di masa itu akan tetapi Muhammad tetap setia mempertahankan perilaku monogami terhadap istrinya, Khadijah.

Dalam alqur’an surah An-nisa ayat 3 Allah berfirman:

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila mana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

TELAAH KRITIS TERHADAP SURAH AN-NISA : 3

Yatim bukan hanya perempuan. Siapapun, entah dia perempuan atau laki-laki jika sudah tidak memiliki orang tua maka mereka akan masuk kedalam golongan anak yatim. Ayat di atas dengan tegas menyebut perempuan yatim. Siapakah perempuan yatim itu?.

Perempuan yatim yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah istri anda yang pertama. Sekalipun perempuan itu memiliki ayah dan ibu, kaya raya sebelum anda nikahi akan tetapi setelah anda nikahi maka di mata Tuhan kedudukan perempuan itu adalah yatim. Orang tua yang memiliki anak perempuan  memiliki kekuasaan terhadap anak perempuannya itu. Kekuasaan ini akan dilimpahkan sepenuhnya kepada laki-laki yang akan memperistrikannya. Tidak boleh perempuan menikahkan dirinya sendiri. Perempuan dinikahkan dengan perantaraan orang tua atau wali hakim. Aqad nikah/ijab Kabul adalah prosesi alih kekuasaan dari orang tua/wali yang sejak kecil menguasainya kepada laki-laki yang menikahinya.

Suami, selaku orang yang menguasai perempuan yatim (istrinya) wajib baginya untuk berlaku adil dalam memenuhi hak-hak perempuan yatim tersebut. Hak-haknya adalah hak untuk dilindungi dan diberi perlindungan berupa tempat tinggal untuk berteduh. Hak untuk dilindungi sangat luas cakupannya termasuk dibimbing, diarahkan dan diberi petunjuk agar dia tidak menempuh jalan yang keliru. Ini penting, sebab jika terjadi sesuatu terhadap dirinya maka yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah adalah laki-laki yang menguasai perempuan yatim itu. Hak untuk dinafkahi, berupa hak untuk diberi nafkah lahir maupun  bathinnya, selama dia masih berada didalam kekuasaanmu.

Se-istimewa itukah kedudukan perempuan di mata Allah?. Bukan perempuannya, akan tetapi hakikat dirinya sebagai yatim. Kedudukan yatim itu hanya diletakkan di tangan istri yang pertama saja. Dalam kedudukannya sebagai yatim itulah yang menjadi dasar bagi Allah untuk mengatur dan mencukupkan rezkinya dengan perantaraan laki-laki yang menguasainya (suaminya) itu. Allah menetapkan diriNya untuk selalu mengasihi yatim.

WANITA LAIN

Wanita adalah kaum yang lemah, yang dalam segala hal memiliki keterbatasan. Sadar akan kelemahan dan keterbatasannya maka wanita butuh perlindungan. Wanita butuh rasa aman di dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Bentuk rasa “aman”  yang paling mendasar adalah ketersediaan materi (uang). Wanita akan mengoptimalkan semua potensi yang dia miliki untuk mendapatkan rasa aman tersebut. Bila perlu dengan menjual dirinya. Kecantikan wajahnya, kemo lekan tubuhnya dan kepandaiannya merayu akan diexploitasi secara besar-besaran untuk mendapatkan perhatian laki-laki. Bila perhatian itu tidak didapatkan maka wanita akan berupaya untuk merebut bila perlu dengan cara memaksa.

Kodrat laki-laki selalu ingin melindungi. Laki-laki memiliki naluri senang melihat kecantikan wajah dan kemolekan tubuh wanita. Jika naluri ini tidak mampu dibendung maka akan menimbulkan naluri syahwatnya. Demi menyalurkan desakan birahi yang tidak terbendung laki-laki mau melakukan apa saja termasuk mengawini wanita lain. Wanita yang membutuhkan perlindungan, wanita yang membutuhkan rasa aman dalam hal materi.

Jika laki-laki telah mengawini dan memberi perlindungan materi kepada wanita lain maka laki-laki itu telah melakukan perbuatan tidak adil. Hal ini disebabkan oleh karena materi yang laki-laki itu berikan kepada wanita lain tersebut bukan sepenuhnya milik laki-laki itu. Ada hak perempuan yatim yang ia kebiri. Laki-laki yang telah mengawini wanita lain karena didasari oleh naluri hewani (nafsu sex) nya tidak akan mungkin merasa terpuaskan oleh karena kecantikan dan kemolekan tubuh wanita itu sifatnya relatif. Laki-laki itu tidak akan merasa tenang oleh karena dia telah berbuat tidak adil. Dengan halus Allah mengejek laki-laki itu dengan kata-kata ….. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga dan empat. ….. Ayat tersebut tidak memulai dengan sebutan “satu” akan tetapi langsung “dua”, karena yang dimaksud “satu” itu adalah istri yang pertama atau perempuan yatim itu. Makna lain yang tersirat kawinilah wanita yang kamu senangi jangan satu tapi langsung saja dua, kemudian tiga lalu empat agar nafsu birahimu merasa terpuaskan. Nafsu sexualmu bisa tersalurkan.

BUDAK-BUDAK

Seiring waktu yang berjalan, kecantikan wajah perempuan yatim kian memudar karena itu janganlah membanding-bandingkan dia dengan wanita lainnya. Perempuan yatim telah dimakan usia. Kemolekan tubuhnya telah berantakan sebagaimana akibat dari mengandung, melahirkan, menyusukan, merawat dan membesarkan anak-anaknya. Sangat tidak rasional jika perempuan yatim akan dibanding-bandingkan dengan wanita muda usia yang memiliki tubuh yang sintal.

Yang dimaksud dengan budak-budak pada ayat diatas adalah istri pertama anda (perempuan yatim) itu. Seorang budak selalu ingin melayani tuannya dengan baik sebatas kemampuan yang dia miliki oleh karena budak merasa sangat ketakutan bila tidak lagi dikuasai oleh tuannya. Dengan tetap menguasai budak yang kita miliki berarti kita tetap menyayangi istri kita satu-satunya. Bahasa alqur’an mengatakan …….. Jika kamu takut tidak akan dapat berbuat adil maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki ……. Ayat itu  bermakna sayangilah seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki yaitu perempuan yatim, istri pertama.  Jika  ini kita lakukan maka kita telah dianggap ……. lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya, .….. sebab kita tidak menyakiti hatinya. Dari telaah kritis ini maka dapat disimpulkan bahwa secara implisit Allah tidak menghendaki adanya poligami. Allah suka dengan monogami.

POLIGAMI BERSYARAT

Allah tidak melarang poligami. Poligami dibolehkan dengan syarat istri (perempuan yatim) telah meninggal dunia. Secara hukum syariah dan hukum positif,  seluruh harta yang dia tinggalkan sepenuhnya menjadi milik suaminya. Tidak ada lagi hak perempuan yatim terhadap harta-harta itu. Gunakanlah harta itu untuk berpoligami. Poligami yang bersih. Poligami berdasarkan kebutuhan, berapapun yang engkau sanggupi.

Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada kita bagaimana beliau melakukan poligami. Setelah istrinya St. Khadijah meninggal dunia maka beliau mengawini St. Aisyah. Setelah mengawini Aisyah beliau mengawini lagi istri-istrinya yang lain berdasarkan kebutuhannya.

KESIMPULAN

Melakukan poligami semasa istri pertama masih hidup adalah suatu perbuatan yang melanggar hukum Allah. Pelakunya akan dikenai pasal-pasal:

1.     Melakukan perbuatan yang tidak adil.

2.     Melakukan perbuatan merampas hak perempuan yatim.

3.     Melakukan perbuatan penganiayaan terhadap perempuan yatim karena menyakiti hatinya.

Allah akan melakukan pembalasan yang setimpal terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran terhadap hukum-hukumNya.

Allah membolehkan poligami (dua, tiga atau empat istri) apabila perempuan yatim (istri pertama) telah meninggal dunia.

SARAN-SARAN

1.     Kepada semua laki-laki yang belum melakukan poligami disarankan untuk tidak melakukannya. Kendalikanlah gejolak nafsu birahi anda dengan berfikir rasional sebelum bertindak. Janganlah memperturutkan hawa nafsu karena nafsu itu buta. Karena buta maka pasti bisa dikendalikan dengan menggunakan logika akal sehat.

2.     Kepada yang telah melakukan poligami karena merasa tindakannya benar, mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini dia dapat mengetahui kesalahannya.

(BHZ, 08-06-12)

CatatanSetelah membaca GERAKAN ALMAHDI, kami terinspirasi untuk menelaah secara kritis dan menganalisis secara mendalam terhadap makna yang tersirat maupun tersurat hususnya Surat Annisa ayat 3. Sejak kecil kami selalu bertanya-tanya “kenapa laki-laki harus berpoligami”. Masa kecil kami adalah masa yang kelam. Ayah berpoligami. Hak-hak ibu saya dirampas dan diberikan kepada wanita lain. Setiap hari mereka bertengkar, namun pada ahirnya ibu pasrah menerima kenyataan seperti seorang budak yang tidak berdaya. Ibu takut diceraikan demi menjaga kelangsungan hidup anak-anaknya.

Sejak Kecil hingga dewasa saya selalu bertanya kepada hampir semua ustaz, kiyai dan ulama tentang poligami. Jawaban mereka sama bahwa poligami dibenarkan dalam agama sesuai dengan alqur’an dengan syarat dapat berlaku adil. Pertanyaan saya selanjutnya; apakah Allah tahu kalau poligami itu memiliki dampak yang sangat buruk terhadap perkembangan jiwa anak?. Ustaz menjawab, Allah Maha Tahu dan itulah yang dinamakan taqdir. Dalam hati saya berkata “bodoh kamu ustaz. Pengetahuan kamu sangat dangkal kalau hanya memahami makna ayat yang tersurat”. Wajarlah kalau banyak ummat yang melakukan poligami karena mencontoh perilaku dan mengikuti penjelasan ustaz itu.

Pada kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penulis GERAKAN ALMAHDI. Siapapun anda, dimanapun anda berada, saya berani mengatakan bahwa anda adalah BENAR. Saya akan mengikuti anda. Karena andalah saya memiliki keberanian mengkritisi alqur’an. Menepis semua dogma yang ditanamkan sejak kecil di otak saya bahwa alqur’an harus diterima apa adanya karena dari dulu tidak pernah berubah sampai saat ini.

Sejak kecil saya meyakini kebenaran alqur’an akan tetapi logika saya belum membenarkannya. Setelah membaca GERAKAN ALMAHDI, logika berfikir saya mulai terbuka. Mengkritisi alqur’an adalah pintu masuk bagi saya agar otak saya menerima dan membenarkan alqur’an. Semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada saya dan membimbing saya untuk masuk ke jalan masuk yang benar. Amin.

DINDING

copy : http://berbudayaislam.wordpress.com/

DINDING
Oleh : Cahyo Nayaswara

Jakarta sibuk
Jakarta mencari
Jakarta mengais
semua cara dihalalkan
semua upaya dilegalkan

hukum hanyalah permainan petak umpet
antara dalil ayat dan pasal-pasal

politik hanyalah permainan keserasian
antara corak, warna, model dan gaya

Agama, hanyalah permainan perayaan
antara per-ingat-an dan per-ibadat-an
antara amal, pahala dan dosa
antara keyakinan dan aturan moral
agar hidup ini tertata dan teratur
sekalipun dalam sekat-sekat keberagamannya

apakah yang terjadi
jika sekat keberagaman itu dicabut
kemudian manusia tunduk dan sepakat
dalam satu iman
dalam satu paham
dalam satu Tuhan ?

sekat itu adalah dinding besi
yang mengantarai dua buah gunung
dicor dengan tembaga panas yang dituangkan
oleh Zulkarnain nabi Allah
kemudian dia berkata :
“bila waktunya telah tiba
maka Tuhanku akan meluluhkan dinding ini
reruntuhannya akan menghimpit
ya’juj wama’juj ke dasar perut bumi
karena dia suka bermusuh-musuhan
kemudian Tuhanku akan mempersatukan kalian
lalu menaungi kalian kembali
karena Dia telah memisah-misahkan kalian
dalam sekat-sekat agama
dan aliran-aliran kepercayaan

Tuhanku akan mendekatkan diriNya pada kalian
karena sejak dulu Ia selalu jauh
dan sengaja menjauhi kalian

Tuhanku maha suci
karena kesucian nama-Nya sehingga
Dia bersembunyi di dalam Allah
Dialah inti daripada Allah
Dialah Tuhan di dalam zat Allah
Dialah pemilik sifat-sifat Allah
Dialah pemilik cahaya-cahaya Allah
Dialah Tuhan yang memiliki sebuah nama
nama Tuhanku adalah AL-HIDIR

Dia akan merubuhkan dinding tembaga ini
Dia akan mempersatukan umat manusia
Dia akan membuktikan secara nyata
di hadapan kita semua bahwa
Dialah Tuhan Semesta Alam
Pencipta dan Pemilik segalanya
Dialah Tuhan yang sebenar-benarnya
Dialah Tuhan yang selama ini disembah
dan dipuja oleh semua agama-agama
dengan segala ritual dan tata cara peribadatan yang berbeda
namun tujuannya hanyalah Satu
Yaitu ; Tuhan kita AL Hidir”.

Jakarta, 01 Juni 2012

catatan:
Cahyo Nayaswara biasa disapa mas Cahyo adalah seniman dan budayawan muslim yang tergabung dalam HSBI (Himpunan Seni Budaya Islam) yang berkantor pusat di Lantai Dasar Mesjid Istiqlal Jakarta. Aktif menulis puisi terutama puisi-puisi yang bertema religius. Setelah mas Cahyo membaca secara seksama dan berulang-ulang GERAKAN ALMAHDI, mas Cahyo terinspirasi membuat puisi religius yang berjudul “dinding”. Mas Cahyo berniat akan menulis dan terus menulis, karena GERAKAN ALMAHDI telah membuka cakrawala berfikir kritis mas Cahyo dalam mencari kebenaran sejati. Mas Cahyo membuka diri dan ingin sharing pendapat kepada siapapun yang telah membaca GERAKAN ALMAHDI. Pengetahuan kita pada hakekatnya sama karena kita sama-sama tidak tahu siapa nama penulis GERAKAN ALMAHDI. Beliau adalah penulis yang penuh dengan misteri kalau tidak ingin dikatakan sebagai penulis yang menyembunyikan dirinya. GERAKAN ALMAHDI memang telah member hikmah yang luar biasa kepada Mas Cahyo. Sangat banyak pengetahuan dan pelajaran berharga yang Mas Cahyo bisa ambil setelah membaca GERAKAN ALMAHDI. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmatNya dan mencurahkan kasih-sayangNya kepada penulis GERAKAN ALMAHDI. Amin.

Enhanced by Zemanta