DINDING

copy : http://berbudayaislam.wordpress.com/

DINDING
Oleh : Cahyo Nayaswara

Jakarta sibuk
Jakarta mencari
Jakarta mengais
semua cara dihalalkan
semua upaya dilegalkan

hukum hanyalah permainan petak umpet
antara dalil ayat dan pasal-pasal

politik hanyalah permainan keserasian
antara corak, warna, model dan gaya

Agama, hanyalah permainan perayaan
antara per-ingat-an dan per-ibadat-an
antara amal, pahala dan dosa
antara keyakinan dan aturan moral
agar hidup ini tertata dan teratur
sekalipun dalam sekat-sekat keberagamannya

apakah yang terjadi
jika sekat keberagaman itu dicabut
kemudian manusia tunduk dan sepakat
dalam satu iman
dalam satu paham
dalam satu Tuhan ?

sekat itu adalah dinding besi
yang mengantarai dua buah gunung
dicor dengan tembaga panas yang dituangkan
oleh Zulkarnain nabi Allah
kemudian dia berkata :
“bila waktunya telah tiba
maka Tuhanku akan meluluhkan dinding ini
reruntuhannya akan menghimpit
ya’juj wama’juj ke dasar perut bumi
karena dia suka bermusuh-musuhan
kemudian Tuhanku akan mempersatukan kalian
lalu menaungi kalian kembali
karena Dia telah memisah-misahkan kalian
dalam sekat-sekat agama
dan aliran-aliran kepercayaan

Tuhanku akan mendekatkan diriNya pada kalian
karena sejak dulu Ia selalu jauh
dan sengaja menjauhi kalian

Tuhanku maha suci
karena kesucian nama-Nya sehingga
Dia bersembunyi di dalam Allah
Dialah inti daripada Allah
Dialah Tuhan di dalam zat Allah
Dialah pemilik sifat-sifat Allah
Dialah pemilik cahaya-cahaya Allah
Dialah Tuhan yang memiliki sebuah nama
nama Tuhanku adalah AL-HIDIR

Dia akan merubuhkan dinding tembaga ini
Dia akan mempersatukan umat manusia
Dia akan membuktikan secara nyata
di hadapan kita semua bahwa
Dialah Tuhan Semesta Alam
Pencipta dan Pemilik segalanya
Dialah Tuhan yang sebenar-benarnya
Dialah Tuhan yang selama ini disembah
dan dipuja oleh semua agama-agama
dengan segala ritual dan tata cara peribadatan yang berbeda
namun tujuannya hanyalah Satu
Yaitu ; Tuhan kita AL Hidir”.

Jakarta, 01 Juni 2012

catatan:
Cahyo Nayaswara biasa disapa mas Cahyo adalah seniman dan budayawan muslim yang tergabung dalam HSBI (Himpunan Seni Budaya Islam) yang berkantor pusat di Lantai Dasar Mesjid Istiqlal Jakarta. Aktif menulis puisi terutama puisi-puisi yang bertema religius. Setelah mas Cahyo membaca secara seksama dan berulang-ulang GERAKAN ALMAHDI, mas Cahyo terinspirasi membuat puisi religius yang berjudul “dinding”. Mas Cahyo berniat akan menulis dan terus menulis, karena GERAKAN ALMAHDI telah membuka cakrawala berfikir kritis mas Cahyo dalam mencari kebenaran sejati. Mas Cahyo membuka diri dan ingin sharing pendapat kepada siapapun yang telah membaca GERAKAN ALMAHDI. Pengetahuan kita pada hakekatnya sama karena kita sama-sama tidak tahu siapa nama penulis GERAKAN ALMAHDI. Beliau adalah penulis yang penuh dengan misteri kalau tidak ingin dikatakan sebagai penulis yang menyembunyikan dirinya. GERAKAN ALMAHDI memang telah member hikmah yang luar biasa kepada Mas Cahyo. Sangat banyak pengetahuan dan pelajaran berharga yang Mas Cahyo bisa ambil setelah membaca GERAKAN ALMAHDI. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmatNya dan mencurahkan kasih-sayangNya kepada penulis GERAKAN ALMAHDI. Amin.

Enhanced by Zemanta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s