RUDAL IRAN PENGHANCUR MUSUH

11.000 Rudal Iran Siap Hantam AS dan Israel Jika Diserang

IPABIonline.com – Duta Besar Iran untuk Libanon, Ghazanfar Roknabadi mengatakan bahwa negaranya memiliki kemampuan untuk meluncurkan ribuan rudal ke basis-basis musuh jika terjadi serangan terhadap Republik Islam Iran. Lapor Press TV, Sabtu (10/3).
Ghazanfar menjelaskan bahwa Iran akan melakukan pengawasan yang ketat pada setiap kemungkinan serangan dan ancaman militer yang diarahkan ke fasilitas nukir Iran. Dia mencatat, Tehran mampu meluncurkan 11.000 rudal ke posisi yang telah diidentifikasikan di Amerika Serikat, Israel atau negara-negara tempat dimana kepentingan mereka berada.

Iran memiliki sikap defensif, negara akan merespon dengan kekuatan penuh setiap serangan potensial yang diarah ke negaranya, tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi pada 27 November 2011 mengatakan, Israel tidak akan memiliki kesempatan bertahan hidup setelah mereka melakukan serangan militer terhadap Iran. Karena angkatan bersenjata Iran akan menghujani seluruh Israel dengan ribuan rudal.

“Musuh harus menjawab pertanyaan ini, bila mereka serang Iran berapa lama pertempuran akan berlangsung dan berapa banyak kapal yang harus mereka korbankan?”

“Mengapa rezim Zionis mengancam Iran? Berapa banyak rudal yang sudah mereka siapkan? Sepuluh ribu, dua puluh ribu? 150.000 atau lebih,” lanjut Vahidi.

Vahidi juga menyarankan kepada AS dan sekutunya supaya menyadari bahwa Iran akan mengajari orang Amerika “bagaimana berperang, dan bagaimana menjadi tentara sejati.”

Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program nuklirnya. Mereka mengancam Tehran dengan serangan militer jika sanksi yang diberlakukan kepada Tehran gagal meruntuhkan tekad Iran dalam mempertahankan program nuklir damainya.

Iran berpendapat bahwa sebagai penandatangan Perjanjian Non Proliferasi dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.

IAEA juga telah melakukan inspeksi ke berbagai fasilitas nuklir Iran tapi tidak pernah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa program energi nuklir Tehran telah dialihkan ke produksi senjata nuklir. (IPABI Online/pt/it/vn)

 

Israel Ketakutan Diserang Rudal Iran

IPABIonline – Penduduk Israel terpecah belah. Sebanyak 41 persen dari mereka setuju pemerintahnya menggelar serangan antisipasi terhadap Iran, 39 persen lagi menolak, sementara 20 persen sisanya tidak tahu bagaimana harus bersikap.

Angka-angka persentase itu diperoleh dari hasil survei yang diterbitkan harian Haaretz, Kamis (3/11). Mereka menggelar jajak pendapatnya terhadap 495 orang responden dengan margin kesalahan 4,6 persen.

Diketahui, pada Rabu lalu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak berupaya memenangi dukungan dari kabinet Israel untuk merestui rencana mereka menyerang Iran.

Israel dan pemerintahan negara-negara Barat memang sejak lama sangat ketakutan Iran bakal menyerang mereka, terutama dengan menggunakan senjata nuklir yang diyakini dimiliki Iran.

Namun, Iran selalu mengelak dan bersikeras kalau teknologi nuklir yang mereka punya lebih bertujuan damai, seperti untuk sumber energi dan kebutuhan medis.

Spekulasi kemungkinan serangan Iran belakangan ini memang marak terjadi di negeri itu. Hal itulah yang juga memicu ”keriuhan” politik yang terjadi di Israel beberapa hari terakhir.

Israel juga bahkan beberapa kali menggelar latihan perang, yang dapat dikaitkan dengan kekhawatiran itu.

Dalam latihan perang itu, Israel meluncurkan uji coba sistem pendorong roket, yang diyakini punya kemampuan meluncurkan peluru kendali balistik.

Akan tetapi, Pemerintah Israel berkilah, latihan perang itu sudah lama dijadwalkan dan sama sekali tak terkait dengan spekulasi serangan Iran seperti ramai diberitakan.

Lebih lanjut, hasil survei juga menunjukkan masih tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Israel terhadap PM mereka terkait isu Iran tersebut. Persentase mereka mencapai 52 persen.

Latihan skenario terburuk

Selain latihan sistem peluncuran rudalnya, Israel juga menggelar latihan untuk mempersiapkan rakyatnya menghadapi kemungkinan terburuk diserang rudal, baik yang konvensional maupun nonkonvensional.

Latihan berlangsung empat jam diawali bunyi sirene selama satu setengah menit di kota tepi pantai, Tel Aviv.

Semua unit darurat, baik dari kepolisian, pemadam kebakaran, pelayanan darurat Magen David Adom, maupun unit-unit pertahanan sipil ikut terlibat.

”Kami ingin mencoba berbagai macam kemungkinan skenario, bahkan yang terburuk,” ujar pejabat pertahanan sipil, Kolonel Adam Zussman. (KOMPAS.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s