RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

 artikel selengkapnya di http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/LEGAL OPINION TERHADAP PERJANJIAN LAMA
 

RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

Oleh: Cakra Ningrat

 

RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

Apakah di dalam rumah tangga anda telah tercipta ketenangan, kesenangan, kedamaian dan kebahagiaan?. Semua orang mendambakan suasana itu akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Itulah syurga dunia. Itulah yang dimaksud dengan kerajaan Tuhan, di dunia. Segalanya dalam pengaturan dan pengawasan Tuhan. Segalanya berbuah kebaikan untuk anda bersama istri dan anak-anak anda.

Para ahli agama (ulama, ustadz, kiyai, pendeta dan pastor) selalu menjanjikan syurga Tuhan dikehidupan berikutnya atau setelah kematian. Mereka membaca alqur’an dan alkitab kemudian menafsirkannya sendiri, seakan-akan mereka mengetahui betul dan pernah melihatnya. Jika anda terpikat dengan perkataan mereka, Cakra Ningrat menyarankan agar anda segera mengejar kematian atau berdoalah supaya anda mati sesegera mungkin. Apakah anda mau?. Jika anda tidak mau, berarti kebenaran yang disampaikan oleh ahli agama belum dapat disebut sebagai kebenaran sejati (mutlak).

Tuhan menjanjikan syurga-Nya. Tuhan juga mengancam kita dengan neraka-Nya pada kehidupan berikutnya. Sebuah pertanyaan hukum ditujukan kepada anda semua; apakah anda mengetahui, anda berada dimana sebelum kedua orang tua anda menikmati pohon kehidupan bersama-sama yang menyebabkan anda terlahir di dunia ini?. Tentu anda tidak tahu, anda berada dimana. Dipastikan anda semua juga tidak tahu anda berada dimana nantinya setelah kehidupan berikutnya. Hanya orang bodoh dan buta hukum yang mau mempercayai perkataan ahli agama. Mereka juga tidak tahu, sama saja dengan kita semua. Hanya Tuhan yang mengetahui bagaimana keadaan kita dikehidupan berikutnya. Tuhan yang berjanji maka biarlah semua itu menjadi urusan pihak yang Berjanji. Dia menjanjikan syurga bagi manusia yang baik. Dan Dia menjanjikan neraka bagi manusia yang jahat. Satu-satunya yang kita ketahui sekarang adalah; kita hidup sekarang ini di dunia nyata.

FILOSOFI HUKUM

Awal kehidupan tidak ada agama. Awal penciptaan bukan agama. Pada ahirnya bukan agama yang bisa membuat manusia selamat karena bukan agama yang pertama. Ketahuilah, yang pertama itu adalah yang terahir. Ketahuilah yang pertama itu berdasar firman-firmanNya yang terdapat dalam alqur’an dan alkitab. Yang pertama adalah rahasiaNya. Yang pertama itu pula yang terahir. Dekati Tuhan melalui pendekatan “mengetahui” rahasiaNya.

Sebelum Tuhan menciptakan Adam (manusia) maka yang pertama Dia ciptakan adalah lokasi atau tempat untuk menempatkan manusia yang Dia ciptakan itu. Lokasi itu bernama Syurga atau Taman Eden. Lokasi itu bukan di langit tapi di bumi. Ditengah-tengah Taman Eden ada pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan jahat. Selanjutnya yang kedua diciptakan Tuhan adalah Adam. Yang ketiga adalah Hawa. Yang keempat adalah “hukum” berupa larangan mendekati pohon. Yang kelima adalah nafsu birahi dan yang keenam adalah hawa nafsu.

Peran “hukum” sangat penting karena “hukum” mengantarai manusia dengan nafsunya sendiri. Masalah manusia yang pertama adalah MELANGGAR HUKUM, maka masalah manusia yang terahir adalah bagaimana manusia harus MENURUT PADA HUKUM. Legal Opinion ini ditulis dengan sangat hati-hati dengan dasar filosofi hukum bahwa masalah manusia yang pertama adalah masalah hukum maka hukum juga yang bisa dijadikan sebagai solusi penyelamatan manusia.

Jika yang pertama dicipta Tuhan adalah Taman Eden (Syurga) maka yang terahir adalah RUMAH TANGGA. Rumah tangga adalah lokasi kehidupan. Didalam rumah tangga ada pohon kehidupan. Ada pohon pengetahuan baik dan jahat. Didalam rumah tangga ada suami (Adam) ada juga istri (Hawa). Ada hukum yang mengikat suami-istri berdasarkan agama yang mereka anut. Ada nafsu birahi dan ada hawa nafsu. Tidaklah sempurna hidup seseorang sebelum orang itu membina sebuah rumah tangga.

Nafsu birahi adalah nafsu yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat memiliki keturunan dan berkembang biak. Hawa nafsu adalah nafsu yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan dengan tatanan yang baik, benar dan berkecukupan. Nafsu birahi dan hawa nafsu pertama kali diciptakan Tuhan melalui perempuan (Hawa) kemudian perempuan menurunkan nafsu-nafsu itu kepada anak yang dilahirkan. Nafsu birahi dominan kepada laki-laki, resessif terhadap wanita. Resessifitas wanita disebabkan karena hasrat besarnya terhadap nafsu birahi didominasi oleh rasa malu. Ketika rasa malu bisa mereka tepis, dunia adalah saksi betapa kuatnya wanita terhadap nafsu birahi. Hawa nafsu dominan pada wanita, resessif pada laki-laki. Resessifitas hawa nafsu terhadap laki-laki disebabkan karena laki-laki merasakan langsung betapa susah dan beratnya laki-laki mencari dan mendapatkan rezki. Dominasi wanita terhadap hawa nafsu dapat dibuktikan betapa besarnya tuntutan dan keinginan mereka terhadap uang, harta benda dan perhiasan lainnya. Wanita tidak segan-segan menjual dirinya kepada laki-laki lain demi untuk memuaskan tuntutan hawa nafsunya.

RUMAH TANGGAKU OH NERAKAKU

Kehidupan rumah tangga adalah kehidupan yang penuh dengan ujian. Tahapan-tahapan ujian yang dilalui oleh rumah tangga adalah:

a.       Waktu

Kehidupan rumah tangga yang didasari oleh suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan tanpa mendapatkan ridho Ilahi atau Berkat Tuhan adalah rumah tangga yang dibangun diatas fondasi nafsu birahi. Pilar-pilarnya yang berdiri tegak adalah ukiran indah hawa nafsu. Segala bentuk-bentuk kepalsuan dan penghianatan ada di dalam rumah ini. Kasih-sayang tidak terpancar di rumah ini. Kemarahan, kebencian dan selisih pendapat mewarnai rumah ini. Rumah tangga ini adalah rumah tangga neraka. Waktu akan menguji seberapa lamakah rumah tangga seperti ini dapat bertahan. Jika pemiliknya sudah tidak kuat lagi mempertahankannya maka perceraian atau perpisahan akan terjadi. Jika pemiliknya berhasil mempertahankan dan lolos dari ujian ini maka rumah tangga ini akan meningkat menjadi rumah tanggaku adalah rumah tanggaku. Rumah tangga ini adalah rumah tangga biasa. Kehidupan di rumah ini adalah kehidupan biasa sebagaimana kehidupan manusia biasa pada umumnya.

b.       Alam

Kehidupan rumah tangga yang didasari oleh suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan mendapatkan ridho Ilahi dan Berkat Tuhan adalah rumah tangga yang dibangun diatas fondasi permanen, kuat dan tahan terhadap goncangan. Alam akan menguji rumah tangga ini berupa goncangan-goncangan hebat. Goncangan itu disebabkan karena alam melakukan pembalasan atas karma-karma jahat yang ada didalam diri mereka baik yang mereka lakukan sendiri maupun yang mereka dapatkan berupa lekatan-lekatan nafsu dari orang tua dan leluhur mereka. Jika goncangan hebat ini telah mereka lalui maka karma jahat telah terbalaskan atau dengan kata lain dosa telah terhapuskan demi hukum. Kehidupan rumah tangga ini meningkat dari rumah tanggaku adalah rumah tanggaku ke rumah tanggaku adalah syurgaku.

c.        Hukum

Kehidupan rumah tangga yang akan meningkat kelevel rumah tanggaku adalah syurgaku akan mengalami lagi satu goncangan hebat. Goncangan itu disebabkan oleh hukum yang ingin memutar balik keadaan. Hampir semua rumah tangga didominasi oleh istri. Istri mewarnai kehidupan rumah tangga baik dengan cara-cara bujuk rayu maupun dengan memaksakan kehendaknya untuk diikuti oleh suaminya. Hal ini disebabkan karena awalnya Hawa yang lebih dulu memakan buah pohon kayu itu kemudian menyuruh Adam untuk memakannya. Fakta hukum ini akan dibalik seratus delapan puluh derajat. Argumentasi hukumnya bukan pada siapa yang lebih dulu memakan buah pohon itu akan tetapi siapa yang lebih dulu diciptakan Tuhan. Adam lebih dulu diciptakan Tuhan kemudian dari Adam diciptakan Hawa. Itu berarti suami (Adam) harus lebih dominan dari pada istri (Hawa). Suami harus berlaku dan diperlakukan sebagai pemimpin didalam rumah tangga secara murni dan konsekwen. Istri harus tunduk dan taat kepada suami. Apabila istri telah tunduk dan taat kepada suami barulah suami dapat merasakan “rumah tanggaku adalah syurgaku”. Di rumah itu ada ketenangan dan kedamaian. Tidak ada lagi yang salah di rumah itu. Tidak ada lagi perseteruan dan perselisihan pendapat. Tidak ada lagi kemarahan dan kebencian. Yang ada adalah kasih-sayang suami kepada istri secara tulus. Istri akan melayani suami secara tulus dan memberinya hiburan yang baik dan benar.

Pada penciptaan awal, hanya Adam yang pernah merasakan kedamaian syurga. Hawa tidak pernah merasakannya. Karena itu yang dapat menyatakan “rumah tanggaku adalah syurgaku” adalah suami karena hanya dia yang bisa merasakannya. Dihadapan Tuhan, derajat laki-laki lebih tinggi dan lebih mulia dibanding perempuan.

Dalam kehidupan di syurga, Adam pernah merasa begitu dekat dengan Tuhan, saat dimana Hawa belum diciptakan. Apabila istri telah tunduk dan taat kepada suami, telah mengikuti segala perkataan, arahan, bimbingan dan keinginan suami maka dihadapan Tuhan sebutan mereka adalah SATU meskipun mereka DUA BADAN. Faktanya karena mereka seia-sekata-seturutan maka mereka dianggap SATU. Bila keadaan ini sudah tercapai maka suami akan merasakan Tuhan begitu dekat dengan dirinya. Suami akan mengatakan “rumah tanggaku adalah kerajaan Tuhanku” di bumi.

Karena dirumah itu hanya ada SATU (seia, sekata dan seturutan istri kepada suaminya) maka Tuhan memerintahkan malaikat-Nya turun ke bumi dan masuk ke rumah itu untuk MENGGENAPI. Kehadiran malaikat tidak dapat dilihat secara kasat mata, akan tetapi suami dengan kekuatan logikanya dapat merasakan kehadiran malaikat didekat dirinya. Selain menggenapi, malaikat juga melakukan PELAYANAN. Fakta bahwa malaikat melakukan pelayanan dapat dibuktikan dengan suasana hati penghuni rumah itu. Hati mereka tenang dan damai. Fikiran mereka terang benderang. Kesejahteraan ada di rumah itu karena segala niat baik dan harapan baik mendapat kemudahan untuk mewujudkan secara nyata didalam hidup dan kehidupan keluarga dalam rumah tangga itu.

SARAN-SARAN

Cakra Ningrat menyarankan:

1.     Jangan pernah ada niat didalam diri anda mau membangun atau membina rumah tangga lebih dari satu. Taman Eden hanya satu maka rumah tangga juga hanya satu.

2.   Jangan pernah berfikir anda sanggup berlaku adil terhadap dua wanita dalam waktu yang bersamaan. Kekuatan nafsu birahi mereka dan kekuatan hawa nafsu mereka adalah kekuatan dunia yang mustahil anda bisa taklukkan. Ingatlah, anda akan tua dan sakit-sakitan. Ingatlah, anda tidak selamanya kuat dan memiliki kelimpahan rezki. Hukum tidak mau tahu apakah anda tua, sakit, lemah dan tidak berdaya. Hukum akan terus mengejar anda karena anda telah berlaku tidak adil. Perbuatan tidak adil adalah perbuatan melawan hukum.

Terhadap laki-laki hebat dan kuat yang sudah terlanjur membangun dua rumah tangga dalam waktu yang bersamaan, Cakra Ningrat tidak mampu memberi solusi. Cakra Ningrat tidak akan mengucapkan kata “selamat” karena Cakra Ningrat telah mengetahui anda akan tergelincir dan terperosok. Lebih bagus Cakra Ningrat berdiri dan berlipat tangan menyaksikan sehebat dan sekuat apakah jurus-jurus yang akan anda mainkan.

Kepada laki-laki yang memiliki keinginan membangun dua rumah tangga atau lebih dalam waktu yang bersamaan, Cakra Ningrat hanya ingin berpesan agar lebih berhati-hati dan kembali berfikir ulang. Manusia SALAH (terutama ummat islam) dalam menafsirkan firman Tuhan dalam alqur’an 4:3 berikut ini:

“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

a.     Perempuan Yatim

Siapa yang dimaksud dengan perempuan yatim sebagaimana ayat tersebut di atas?. Yang dimaksud dengan perempuan yatim adalah ISTRI PERTAMA anda. Faktanya; Ketika anda menikahi/mengawini istri anda dihadapan penghulu/imam/pendeta/ pastor, maka ayah/orang tua/wali menyerahkan anak perempuannya itu kepada anda secara baik-baik untuk anda nikahi/kawini. Itu berarti secara hukum kedudukan anaknya itu adalah PEREMPUAN YATIM, karena hak-hak yang selama ini melekat pada orang tuanya telah dilepaskannya dan diserahkan kepada anda.

Ayat diatas mengatakan perempuan yatim bukan “anak perempuan yatim”. Perbedaan prinsip antara perempuan yatim dengan anak perempuan yatim ialah: Perempuan yatim adalah perempuan dewasa yang hak perwaliannya telah dilepaskan oleh orang tuanya atau walinya dan diserahkan kepada laki-laki yang memperistrikannya sedangkan anak perempuan yatim adalah seorang anak yang berjenis kelamin perempuan yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya.

Alqur’an menyinggung anda secara santun “Dan jika kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya) …”. Tahukah anda apa hak-hak perempuan yatim?. Bagaimana mungkin anda akan dapat berlaku adil sementara anda tidak mengetahui apa hak-hak perempuan yatim yang harus anda berikan!.

Sehebat-hebatnya perempuan dan sepintar-pintarnya perempuan, pada hakekatnya dia adalah mahluk yang lemah. Setinggi-tingginya status sosial dan kedudukan perempuan pada hakekatnya dia adalah mahluk yang rendah. Fakta bahwa perempuan adalah mahluk yang lemah dan rendah adalah begitu banyak hak-hak yang harus diberikan kepadanya. Hak-hak yang harus diberikan kepada perempuan yatim adalah hak untuk dilindungi dan dijaga kehormatannya. Hak untuk dibimbing, diarahkan dan dituntun kejalan yang benar. Hak untuk diberi tempat berteduh. Hak untuk diberi nafkah lahir dan bathin. Hak untuk diberi perhiasan dunia yang menyenangkan hatinya. Hak untuk dikasihi dan dikasihani.

Hak untuk dikasihi dan dikasihani sifatnya general dan normatif merangkum seluruh hak-hak yang harus diberikan kepadanya, mengingat perempuan yatim itu telah merasakam susah payah saat mengandung dan merasakan sakit yang banyak saat melahirkan. Perempuan yang mengandung dan melahirkan tapi nama anda yang melekat dibelakang nama anak yang telah dikandung dan dilahirkannya.

b.       Wanita Lain

“…. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat ….”. Wanita-wanita lain yang anda kawini tidak dapat lagi dikategorikan sebagai perempuan yatim. Hanya istri pertama yang dapat dikategorikan sebagai perempuan yatim. TERKECUALI istri pertama anda meninggal dunia dan anda menikah lagi maka secara hukum istri yang anda nikahi itu menempati kedudukan mulia sebagai perempuan yatim dihadapan Tuhan.

Apabila istri pertama anda (perempuan yatim) masih hidup kemudian anda menikahi wanita lain yang anda senangi, itu berarti anda menikah karena didasari oleh KESENANGAN. Perkawinan yang didasari yang oleh kesenangan duniawi adalah upaya pelarian atau pencarian untuk mendapatkan legalitas hukum agama dan norma dimasyarakat dengan maksud agar anda legal melampiaskan  nafsu birahi anda dan hawa nafsu anda. Inilah pernikahan yang tidak akan mungkin mendapatkan ridho Ilahi dan diberkati Tuhan. “….kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat …”. Alqur’an tidak menyebut kata “satu”. Alqur’an ingin kita sendiri yang memaknai bahwa Tuhan hanya meridhoi dan memberkati yang “satu”. Itulah istri yang pertama. Itulah perempuan yatim. “Dua, tiga, atau empat” disebut sekaligus menandakan bahwa bagaimanapun perkawinan yang dilandasi oleh dorongan hawa nafsu dan nafsu birahi tidak pernah akan bisa terpuaskan, dan tidak akan pernah diberkati Tuhan.

c.        Budak-budak

“… Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

Siapakah yang dimaksud dengan kata “budak-budak”. Yang dimaksud dengan budak-budak adalah wanita-wanita yang kamu senangi. Wanita itu diperbudak oleh nafsu birahinya. Wanita itu diperbudak oleh hawa nafsunya. Alqur’an memberi pilihan kepada anda “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah seorang saja)”. Artinya cukup istri anda yang pertama atau perempuan yatim itu saja. “Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. Maksudnya anda tidak menganiaya perempuan yatim dan anda juga tidak menganiaya diri anda sendiri.

Para ahli agama (ulama, ustadz, kiyai) berpendapat bahwa Allah membolehkan poligami dengan dasar ayat 4:3 tersebut. Mereka berpendapat boleh berpoligami asal tidak lebih dari empat orang istri. Mereka mengatakan nabi Muhammad juga memiliki istri yang banyak. Memiliki istri lebih dari satu dibolehkan dalam syariah islam karena mengikuti sunnah (yang dilakukan) oleh nabi Muhammad.

Cakra Ningrat tidak sependapat dengan mereka. Cakra Ningrat dengan tegas mengatakan “Tuhan melarang!” dengan argumentasi-argumentasi hukum sebagaimana yang kami sebutkan di atas. Anggapan bahwa nabi Muhammad berpoligami adalah anggapan keliru yang dapat dikategorikan sebagai fitnah yang paling keji dan kotor. Nabi Muhammad memiliki istri pertama bernama Khadijah. Dari perkawinannya dengan Khadijah, nabi memiliki enam orang putra-putri akan tetapi semuanya meninggal dunia ketika mereka masih kecil-kecil. Sekitar delapan tahun setelah Khadijah meninggal dunia, nabi Muhammad menikahi/mengawini Aisyah. Dari perkawinannya dengan Aisyah nabi memiliki seorang putri bernama Fatimah.

Seruan islam dilaksanakan dengan jalan perang yang menyebabkan banyak syuhada (pejuang islam) yang gugur dengan meninggalkan janda-janda. Tuhan memerintahkan nabi Muhammad untuk memperistri janda-janda syuhada dengan tujuan untuk melindungi mereka dari fitnah. Jika janda-janda ini tidak diperistri oleh nabi maka janda-janda ini akan menjadi sumber malapetaka karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan ummat islam kala itu. Dalam riwayat ada kurang lebih sembilan orang janda yang diperistri oleh nabi. Perkawinan itu bukan didasari oleh nafsu birahi dan hawa nafsu. Selama dalam ikatan suami-istri, nabi Muhammad tidak pernah sekalipun melampiaskan hasrat biologisnya kepada mereka. Faktanya; tidak seorangpun dari janda-janda itu melahirkan anak dari nabi Muhammad SAW.

Janganlah merendahkan keagungan dan kemuliaan nabi Muhammad. Jika anda ingin mengikuti sunnah nabi, silahkan saja dengan syarat: istri pertama anda meninggal dunia. Jika istri pertama anda meninggal dunia maka kawinilah seorang perempuan. Usahakan sedapat mungkin anda bisa mendapatkan perempuan yang masih perawan dan berusia muda belia. Jika anda masih ingin menyempurnakan pelaksanaan sunnah nabi, tambahkan lagi dengan mengawini janda-janda. Lindungilah janda-janda itu. Ingat jangan anda gauli mereka. Bisakah anda?. Mampukah anda?.

3.       Apapun yang tejadi pertahankan rumah tangga anda meskipun rumah tangga itu adalah Neraka. Yakinlah; tidak ada yang kekal kecuali Tuhan. Neraka didalam rumah tangga juga tidak kekal. Apapun yang terjadi pertahankan rumah tangga anda. Pertahankanlah taman Eden itu meskipun taman itu gersang, meski hanya ditumbuhi tanaman berduri bahkan beracun sekalipun. Masa bodoh, pertahankanlah!.

4.       Terhadap laki-laki yang terlanjur membangun rumah tangga lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan, perhatikanlah firman Tuhan berikut ini:

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cendrung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (4:129).

Apapun argumentasi yang anda berikan yang pasti, Tuhan telah memastikan bahwa anda tidak mungkin dapat berlaku adil sampai kapanpun meskipun anda sangat menginginkan keadilan itu. Ini dikarenakan perbuatan anda mengawini perempuan yang anda senangi (budak-budak nafsu) adalah bentuk ketidak adilan anda terhadap perempuan yatim (istri pertama) anda.

Cakra Ningrat menyarankan kepada anda agar kembali ke jalan yang benar. Ingat, Taman Eden hanya satu, bro. Itu berarti rumah tangga juga seharusnya hanya satu. Ikutilah jalan keluar yang Tuhan berikan berikut ini:

“Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karuniaNya. Dan adalah Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Bijaksana” (QS. 4:130).

Yakinlah; sepanjang kita mengikut pada jalan yang dikehendaki Tuhan, maka semua akan berahir dengan kebaikan. Anda baik, perempuan yatim (istri pertama) anda juga baik dan wanita/budak-budak nafsu yang pernah anda senangi juga akan baik.

Cakra Ningrat hanya sebatas memberi pendapat hukum (Legal Opinion) saja, urusan selanjutnya masuk pada ranah hukum alam dan hukum karma.

KESIMPULAN

Dalam iman kristiani kita meyakini adanya kerajaan Tuhan di bumi dan kerajaan Tuhan di sorga. Cakra Ningrat berpendapat: Kerajaan Tuhan di bumi bukan di gereja atau di Vatikan tapi di rumah tangga yang tenang, damai, sejahtera dan banyak kemudahan-kemudahan yang didapatkan sebagai bukti adanya malaikat yang melakukan pelayanan meski tidak dilihat secara kasat mata namun dapat diketahui dengan kekuatan logika. Adapun kerajaan Tuhan di sorga, Cakra Ningrat tidak memberi pendapat. Pencapaian di bumi akan berlanjut pada pencapaian di sorga.

Dalam iman islam kita meyakini adanya harapan dan do’a pamungkas yaitu: keselamatan, kebahagiaan di dunia dan keselamatan, kebahagiaan di ahirat serta dijauhkan dari siksaan api neraka. Cakra Ningrat berpendapat kunci keselamatan dan kebahagiaan di dunia bukan di mesjid tapi di rumah tangga. Rumah tangga yang diurus oleh perempuan yatim. Perempuan yang senantiasa tunduk, taat dan patuh pada perkataan suaminya. Rumah tangga yang tenang, seia-sekata dan seturutan. Tentang keselamatan dan kebahagiaan di ahirat serta dijauhkan dari siksaan api neraka, harap dimaklumi jika Cakra Ningrat tidak akan memberi pendapat. Pencapaian di dunia akan berlanjut pada pencapaian di ahirat.

Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia) bukanlah perjanjian pada masa yang telah berlalu. Perjanjian itu tetap berlaku dan mengikat kita sejak dulu, sekarang dan selamanya. Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadikan kita sebagai orang yang sadar dan tercerahkan. ORANG YANG “SADAR” DAN “TERCERAHKAN” ADALAH BUDDHA.

PENUTUP

Legal Opinion ini akan dilanjutkan dengan artikel yang kami beri judul “PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN (QABIL)”. Artikel itu akan mengungkap rahasia Perencanaan dan Penciptaan Tuhan berikutnya secara sistematis, yaitu:

1.    Dalam artikel “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)”, Adam didudukkan sebagai pelaku dan saksi korban dalam perbuatan melanggar hukum perjanjian. Adam tidak melakukan perbuatan “MELAWAN” hukum. Itu berarti Adam melakukan tiga peran sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu sebagai korban, pelaku dan pelanggar. Sosok atau figur yang memiliki peran sebagai yang “melawan” hukum (syetan/ular) belum ada karena belum dicipta.

2.       Dalam artikel “Perjanjian Tuhan Dengan Kain (Qabil)”, Cakra Ningrat akan membuktikan bahwa “pohon kehidupan” dan “pohon pengetahuan baik dan jahat” sudah mulai tumbuh dengan lahirnya dua orang putra Adam yaitu Kain (Qabil) dan Habel (Habil). Tiga peran hukum yang awalnya menyatu didalam diri Adam, dilanjutkan oleh kedua orang putranya yaitu Kain (Qabil) sebagai PELAKU dan PELANGGAR (melanggar hukum) sedangkan Habel (Habil) sebagai KORBAN. Sosok atau figur yang berperan sebagai yang “melawan” hukum (syetan/ular) belum ada karena belum diciptakan Tuhan.

3.       Jika dalam artikel “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)” Cakra Ningrat mengatakan bahwa Tuhan menciptakan “nafsu birahi” dan “hawa nafsu”, melalui Hawa maka pertanyaan selanjutnya “apakah yang diciptakan Tuhan dalam tragedi pembunuhan manusia yang pertama?. Semua akan kami ungkap dalam artikel “perjanjian Tuhan Dengan Kain (Qabil).

Sebagai penutup artikel ini kami kembali ingin menegaskan bahwa apa yang kami sampaikan adalah sebuah KEBENARAN yang belum pernah diketahui oleh siapapun. Tolok ukur sebuah kebenaran adalah sifatnya yang mutlak yang tidak akan mungkin bisa terbantahkan dengan dalil apapun. Ibarat air yang mengalir tenang, pelan dan lancar tanpa hambatan. Air itu bersumber dari telaga yang sangat jernih, murni dan suci. Air itu masuk melalui pintu air yang benar. Pintu yang berada ditempat tertinggi. Pintu kemuliaan anda semua. Pintu itu bernama ubun-ubun. Pintu itu tidak pernah dilalui oleh siapapun dan apapun. Air itu masuk dan menundukkan logika anda kemudian masuk dan masuk terus menuju kesebuah telaga suci yang ada didalam diri anda. Telaga itu bernama qalbu. Manusia sering menyebutnya sebagai “hati kecil”. Hati kecil tidak pernah berdusta. Hati kecil selalu berkata benar. Hati kecil itulah yang dimaksud dengan suara Tuhan.

Artikel pertama yang kami tulis berjudul “Orang yang Sadar dan Tercerahkan adalah Buddha”. Tujuan artikel itu untuk menjadikan anda sebagai orang yang sadar dan tercerahkan. Manakala yang kami sampaikan telah diterima dan logika anda telah tunduk membenarkannya maka anda telah termasuk orang yang sadar. Apabila yang kami sampaikan telah sampai kehati kecil anda (telaga nan suci), maka anda telah termasuk  sebagai orang yang tercerahkan. Tugas kami selanjutnya membuat hati kecil anda menjadi besar dengan kata lain meningkatkan volume kecerahannya dari cerah menjadi terang benderang sehingga dapat menerangi jalanNya. Tugas itu akan kami laksanakan dengan hati yang tulus dan ihlas melalui pendekatan berupa panyampaian Legal Opinion.

         25, April 2013

COPY FROM : http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/category/perjanjian-tuhan-dengan-adam/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s